Archives For smartphone

Samsung GALAXY Note 5 - Blog Competition

Samsung GALAXY Note 5 – Blog Competition

Sudah lebih dari beberapa tahun terakhir, Samsung pabrikan asal Korea, menjadi pemimpin pasar smartphone dunia. Dan secara rutin, Samsung merilis produk barunya terutama produk kelas premiumnya setiap tahun. Salah satu varian produk yang termasuk segmen Premium adalah Samsung GALAXY Note 5. Sejak kemunculannya pada tahun 2011, Samsung GALAXY Note mempunyai pangsa pasar tersendiri, yaitu pangsa pasar yang menginginkan sebuah alat komunikasi sekaligus alat untuk menunjang produktivitas. Oleh karena itu, di Samsung GALAXY Note terdapat stylus ala Samsung yang bernama S Pen, yang memang ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas.

Nah, beberapa pekan yang lalu, Samsung merilis seri GALAXY Note terbaru dengan nama Samsung GALAXY Note 5. Jika membaca dan mengamati rilis serta streaming video peluncurannya, maka peningkatan kemampuannya cukup signifikan. Beberapa hal yang jadi perhatian adalah peningkatan kemampuan S Pen yang diklaim sebagai alat yang mempunyai experience layaknya pen yang sebenarnya di kehidupan nyata. Nampaknya bakalan susah membedakan S Pen yang digital dengan pena tradisional. Namun, bagi saya sih, peningkatan yang patut dipujikan adalah penyempurnaan di sisi battery. Dengan fitur fast charging, maka peningkatan kemampuan pengisian cepat adalah 33% lebih cepat dalam pengisian batt dibandingkan dengan seri sebelumnya. 33% itu sangat berarti bagi para manusia produktif yang memang sangat teliti dan ketat dalam manajemen waktu.

Samsung GALAXY Note 5 Features

Samsung GALAXY Note 5 Features

Untuk lebih asyiknya, bisa cek streaming berikut yang menampilkan pemaparan kemampuan produk Samsung GALAXY, dan salah satu variannya adalah Samsung GALAXY Note 5.

Nah, untuk memeriahkan rilis secara resmi di Indonesia, Samsung mengajak para penikmat internet untuk mengikuti kompetisi blogging Samsung GALAXY Note 5 Blog Competition. Silahkan cek mengenai hal ini di tautan berikut http://goo.gl/Ck3nX1 dan nampaknya saya pribadi tertarik juga untuk mengikutinya.

Baidewei, untuk preorder Samsung GALAXY Note 5 waktunya pendek loh, coba cek ke sini aja kalau emang sudah ingin cobain devicenya  http://goo.gl/9L01e3 dan saya pribadi gak nolak loh kalau kalian ada yang berbaik hati mengirim satu unit devicenya ke kantor saya. 🙂

Cyruschat dingblog

Mungkin bakalan banyak yang berkomentar,”ahh pasti Cyrus Chat adalah smartphone Android kelas menengah lainnya”. Kalau saya bilang sih, Cyrus Chat besutan dari PT Mitra Komunikasi Utama adalah smartphone Android produk lokal dengan kelebihan di sisi hardware dan juga di sisi paket jualannya yang terbilang MACAN! Ya gimana gak macan, coba saja baca seluruh paket yang ditawarkan ini dengan satu tarikan nafas;

  • Smartphone Android berbasis keypad fisik QWERTY.
  • Dual SIM Card.
  • Sudah mendukung HSPA.
  • Mendukung T Flash sampai 2 TB.
  • OS yang ditanam adalah Android Jelly Bean.
  • Bonus Voucher untuk berbelanja Majalah, Buku dan Koran di aplikasi INDOBOOKS.
  • Gratis 24GB paket data Telkomsel selama 1 tahun, senilai 720 Ribu Rupiah.
  • Beberapa Game HD Gameloft.

Saya sering melihat, para pabrikan smartphone lokal yang mengusung OS Android, banyak yang hanya lebih fokus di jualan devicenya tanpa embel embel paket jualan yang menarik. Palingan yang dijual paket data bundling dengan operator sebesar maksimum 2GB. Namun belum ada yang membundling dengan aplikasi lokal maupun yang international. Apalagi yang membundling dengan konten majalah, buku, dan koran senilai ratusan ribu.

Terus terang, saya sempat icip icip sejenak Cyrus Chat ini. Saya memesan unit ini dengan system pre order di situs cyruspad yang akhirnya dikirim beberapa minggu kemudian, dikarenakan pengiriman dari pabriknya di China. Karena saya pesan pre-order, maka saya berhak pula untuk mendapatkan satu tiket nonton konser kolaborasi Melly Goeslaw, Andien, Astrid, Bondan Prakoso, Smash, dan Coboy Junior pada tanggal 11 Desember 2013. Sekali lagi, kemasan jualan yang sangat menarik!

Unit Cyrus Chat datang beberapa hari yang lalu, kemudian saya coba saya sinkronikasasikan dengan akun Google dan langsung download beberapa aplikasi. Pengalaman menggunakan keypad fisik di Cyrus, cukup nyaman. Keypadnya mengingatkan terhadap keypad dari BlackBerry Curve. Cukup empuk dan dengan keypad fisik maka pengetikan lebih bisa terjaga dan lebih cepat. Saya belum sempat coba lebih mendalam, karena devicenya terlebih dahulu dipinjam oleh kolega untuk testing beberapa aplikasi smartphone yang sedang dalam produksi.

Bagi saya, Cyrus Chat cocok banget untuk segmen perempuan dan remaja. Kenapa perempuan? Karena beberapa kali survey di sekitar saya, para perempuan lebih suka menggunakan keypad fisik. Atau mungkin yang saya survey lebih banyak pengguna BlackBerry? Entahlah. Dan juga kenapa cocok untuk segmen remaja? Ya karena menurut saya, remaja suka menggunakan aplikasi media sosial dan chatting yang lebih banyak mengetik. Pengetikan di Cyrus Chat tergolong nyaman. Dan ini bakalan banyak mengkonversi para pemakai BlackBerry ke Android. Ini sih sekedar prediksi warung kopi. Saya lihat, Cyrus Chat bisa masuk ke segmen yang tepat, segmen para pendamba keypad fisik yang ingin berpindah ke Android (dari BlackBerry) namun belum terlalu pede karena di Adroid, device berkeypad fisik bisa dihitung dengan jari.

Okelah, daripada saya berbusa busa nulis, mungkin lebih nyaman jika melihat video demo Cyrus Chat. Monggo…

Jadi, sudah berapa smartphone Android yang anda gunakan? Dan sampai saat ini, device Android yang berkeypad fisik manakah yang pernah digunakan?

Lightning cable

Ada pameo yang ngetren di kalangan orang jawa,”ono rego ono rupo”. Yang artinya, bahwa kualitas tercermin dari harganya. Namun menurut saya, tidak melulu barang mahal mencerminkan kualitas barang. Salah satunya produk Apple yang punya nama ngetren iPhone 5, yang dari segi crafting gampang sekali mengalami baret. Dan yang paling menjengkelkan adalah kualitas dari lightning cable alias kabel chargernya yang menurut saya gampang sekali untuk patah di dalam. Mirip banget dengan hati ABG saja yang gampang patah di dalam. Halah.

Masalah utama ketika lightning cable patah di dalam adalah, kilat di icon batt pojok kanan atas tak muncul, alias gak bisa ngecharge. Ya iyalah, masa ya iya dong. Trus kalau hilang kilat gimana? Beli baru? Rugi dong dikit dikit beli. Apakah ini sebuah konspirasi wahyudi agar konsumen selalu membelanjakan uangnya untuk asesoris smartphone?

“Ah Cak, jangan suka nuduh yang bukan bukan dan tidak tidak mengenai kualitas barangnya Apple”. “Pasti sampeyan haters ya?”. Yaelah bro, okelah untuk memperkuat pernyataan tersebut, saya lampirkan saja beberapa status yang saya comot dari media sosial twitter mengenai kualitas kabel charger iPhone. Monggo kita simak bersama.

Saya sendiri sih, sudah 1 kali ganti kabel charger iPhone 5. Setahun baru ganti satu kali, ya cukup menjadi sebuah prestasi dibandingkan beberapa teman yang ganti berkali kali. Namun, untuk kabel charger iPhone 5 yang kw, saya sih udah ganti 3 kali. Sedih deh.

Saya merasa, akhir akhir ini, Apple kurang memperhatikan daya tahan produknya. Mungkin bagi para kreator di Cupertino markasnya Apple, hal ini hanyalah dianggap kabel yang tak perlu perhatian lebih. Namun hal kecil seperti kabel charger, adalah nyawa kehidupan untuk sebuah smartphone. Berani taruhan deh, pasti senewen kalau ketinggalan kabel charger dan tidak ada yang bisa dimintai tolong untuk share kabel charger. Kabel charger iPhone 5 yang punya sebutan keren lightning cable adalah charger lain dari yang lain. Berbeda cyin!

Dari keluhan diatas, apa nih solusinya selain beli kabel charger baru? Ya solusinya sih ada beberapa menurut saya:

  • hati hati ketika menggulung kabel. sebisa mungkin dibikin sebuah lingkaran.
  • lapisi seluruh permukaan kabel dengan selotip, terutama bagian sambungan dengan kepala chargernya.
  • belilah kabel ori, soalnya yang kw lebih parah kualitasnya.

Jadi, sampeyan sudah berapa kali ganti kabel charger?

iOS 7, secara resmi telah diluncurkan ke publik. Dan nampaknya dari pantauan di beberapa sosial media dan jejaring sosial, pengguna iPhone dan iPad sudah mulai mengupgrade smartphone ke iOS7. Memang, iOS7 sudah ditunggu sejak lama. Kemunculan versi betanya saja sudah lebih dulu terjadi dan tidak seperti biasanya, betanya rilis dengan durasi yang cukup lama.

Saya sendiri ogah menginstall versi betanya, karena saya menggunakan iPhone sebagai alat komunikasi utama. Nah, baru kesampaian menginstall iOS7 semalam pas baru pertama kali rilis. Setelah menginstall menghabiskan waktu 2 jam lebih, maka saya otak atik iOS7 tersebut. Sempat menyesuaikan dengan user experience baru, dan kehilangan cara memunculkan spotlight/search bar. Setelah cari cari, akhirnya ketemu. Nah saya bagi saja, bagaimana memunculkan spotlight/search bar dalam iOS 7.

  • swipe down (geser ke bawah) dari layar. Yes, beda memang. Lebih jelasnya bisa cek foto ini;

    Spotlight 1

  • setelah muncul search bar/spotlihgt cukup ketik saja yang akan kita cari. Mudah kan?

    Spotlight 2Spotlight 3

Bangun Tidur, Trus?

September 16, 2013 — 2 Comments

14431955 l

Sejak smartphone jadi barang umum, perilaku manusia yang menggunakannya juga ikut berubah. Banyak cerita mengenai perubahan perilaku tersebut, yang lucu, yang konyol, yang mengenaskan juga ada. Perubahan perilaku manusia semakin dashyat ketika smartphone dan internet semakin membelenggu kehidupan.

Beberapa hal perubahan tersebut contohnya, dalam perilaku di meja makan, ketika bergaul dengan teman, ketika mengantre sesuatu, semua aktifitas tersebut sekarang diisi oleh benda yang namanya smartphone. Sudah jamak terlihat, di sebuah restoran, orang makan sambil memegang dan mainan smartphone, terutama yang sendirian. Sudah biasa juga terlihat, orang sedang ngantre sesuatu sambil mainan smartphone, baik main game, browsing, chatting dan terlihat tertawa tertawa sendiri. Sudah jamak terjadi…

Namun, bagi saya, yang paling mengganggu adalah perubahan perilaku di tempat (kamar) tidur yang diakibatkan oleh penggunaan smartphone. Saya akan sharing sedikit perilaku yang tersebut:

  • Bangun tidur langsung ambil smartphone; tanpa cuci muka, tanpa kumur, tanpa cium orang terkasih di samping kita.
  • Berangkat ke tempat tidur bawa smartphone; niat tidur malah chatting dulu, atau bersosial media dulu. Akhirnya tidurnya terlalu malam.
  • Pasangan suami istri duduk di tempat tidur tapi jarang ngobrol, tapi menghadap smartphone dan tabletnya masing masing sambil tertawa tertiwi terhubung dengan orang kerabat/teman/kolega.
  • Jam weker digantikan oleh smartphone, tombol snooze jadi sering dipencet. 10 kali pencet snooze baru bangun lahir batin. 😀
  • Memanggil suami/istri/anak serumah melalui internet messaging. Hal ini kejadian di beberapa keluarga kenalan saya.

Saya, sempat terperangkap dalam situasi tersebut. Namun sudah sejak lama saya terlepas dari situasi, yang menurut saya, kurang baik. Di kami, ada peraturan dilarang bersmartphone di tempat tidur. Saya sendiri, jarang menyalakan smartphone di tempat tidur. Kalau saya masuk kamar, smartphone dalam keadaan flight mode dan yang menyala hanyalah alarm.

Jadi, apakah anda terpenjara dengan smartphone anda di tempat tidur?

Seringkali terjadi di sosial media terutama Twitter, jika terdapat sebuah peluncuran produk smartphone terbaru akan terjadi kehebohan yang memuji maupun yang mencela. Saya perhatikan yang grupies maupun yang haters punya asumsi dan kepercayaan masing masing. Ya, kepercayaan, mirip agama saja. 😀

Saya pribadi suka bingung dengan kelakuan para grupies dan haters tersebut. Loh kenapa bingung, lah ya iya, tinggal pake/tidak aja kok ya dibahas sok iye. Kalau suka pake, kalau gak suka ya gak usah dipake toh, sesederhana itu menurut saya. Saya sendiri, bukan bermaksud riya, telah merasakan banyak operating system smartphone. OS jadoel dan yang sekarang sudah mati, pernah. OS-OS terbaru yang sekarang sedang ngetren, juga sudah coba. Masing masing punya kelebihan, dan punya karakter tersendiri.

Kalau ditanya, saya pribadi milih mana untuk kebutuhan smartphone sehari hari? Wah ini susah jawabnya. Saya sih dikasih Android, bisa pake. Dikasih iOS device, bisa pake. Dikasih BlackBerry, baik yang OS lama ataupun OS terbaru BlackBerry10, juga senang saja pakainya. Namun, untuk saat ini, smartphone nomor utama saya ada di iOS. Alasannya sederhana sih, udah keburu motong simcard, dan simcardnya gak bisa seenaknya dipindah ke BlackBerry10. Dan Android devicenya dilego untuk beli susu anak. 😀

Sebenarnya, kalau boleh bertanya ke hati yang terdalam :), tujuan kita beli smartphone tuh apa sih? Ada beberapa alasan yang saya tangkap dari kelakuan para pengguna smartphone di sekitar saya:

  • Karena peer pressure (tekanan komunitas, lingkungan): Untuk hal ini, kehebohan Nokia Communicator dan BlackBerry bisa menjadi salah satu contoh sukses sebuah smartphone sebagai ‘asesoris’ yang jadi tren dan akhirnya membentuk sebuah tekanan secara masif karena banyak yang memakai. Banyak orang memakai sebuah produk, namun bingung memilih ingin memakai produk yang mana, maka ybs hanya melihat saja produk di lingkungan sekitar yang sedang tren, itulah yang dipakai.
  • Ingin sebuah alat penunjang untuk  tampil beda: Hal ini mungkin lebih tepat ditujukan bagi pengguna segmen tertentu, untuk itulah sebuah smartphone dengan model BlackBerry Porsche diciptakan. Atau yang masih inget brand Vertu (meskipun tak ada produk smartphone). Dalam skala yang lebih masif, ketika semua memakai produk A dan kemudian timbul produk B yang secara fitur kurang lebih sama, ada kecenderungan para hipster ini memilih produk B.
  • Sebagai obat ganteng: Saya mendeteksi ada pengguna yang masuk dalam kelompok ini. Pengguna smartphone kelompok ini, adalah yang selalu mengejar produk terbaru dan kalau bisa malah menggunakan produk tersebut walau belum secara resmi keluar di pasaran. Sebutan kerennya sih early adopter.
  • Sebagai alat komunikasi dan alat penunjang produktivitas: Nah kelompok ini, meskipun sekarang jarang ada, namun masih tetap eksis. Kelompok yang memang memilih sebuah smartphone tanpa pengaruh poin poin yang sebelumnya telah saya sebutkan. Pengguna yang smart dalam memilih dan menggunakan sebuah smartphone. 😀

Jadi, kalau boleh tahu, tujuan kalian beli smartphone apa sih? 🙂