Archives For Uncategorized

Qualcomm Snapdragon 820  - from http://androidcommunity.com/

Qualcomm Snapdragon 820 – from http://androidcommunity.com/

 

Bagi para pengguna smartphone yang masuk kategori bangkotan, pemerhati teknologi, dan early adopter, maka sudah terbiasa dengan kata Snapdragon. Yes, kalau mendengar kata Snadragon pasti asosiasi yang awal muncul adalah sebuah perusahaan teknologi bernama Qualcomm. Snapdragon adalah produk besutan Qualcomm. Pada awal tahun 2015, saya sempat mengulas sedikit mengenai Qualcomm; otaknya para ponsel cerdas. Merunut sejarah perusahaan; memang panjang dengan daftar paten, termasuk paten 4G. Namun di tahun 2015, sepertinya bukan tahun yang asyik bagi Qualcomm. Kehebohan yang diderita oleh Snapdragon 810; utamanya isu overheat, sampai membuat Samsung ogah untuk memakai Snapdragon 810 di Samsung Galaxy S6 -nya. Hal ini merupakan pukulan bagi Qualcomm, karena seperti yang diketahui khalayak ramai, bahwa Samsung adalah salah satu penghasil smartphone terbesar di dunia.

Namun, kenyataan pahit di tahun 2015 merupakan cambuk untuk menghasilkan hal yang spektakuler di tahun 2016 ini. Qualcomm di tahun 2016, meluncurkan Snapdragon 820. Dari pantauan di banyak blog, sosial media, youtube review, nampaknya sangat susah mendapatkan sebuah nada miring semiring topi miring, mengenai Snapdragon 820 ini. Mayoritas yang telah mencoba smartphone berotak Snapdragon 820 mengeluarkan nada pujian. Hal ini bikin saya makin penasaran sih.

Nah kebetulan sekali, beberapa waktu yang lalu, Qualcomm mengundang saya untuk dapat hadir di acara Snapdragon 820 South East Asia Debut Qualcomm Media Trip, yang berlangsung pada tanggal 30 Maret 2016 sampai 31 Maret 2016. Saya pribadi cukup bersemangat mendapatkan undangan ini. Selain bisa bertemu langsung dengan orang Qualcomm, juga mendapatkan kesempatan hands on langsung mengenai kehebatan Snapdragon 820 yang sudah banyak digadang-gadang oleh banyak media dan para blogger skala internasienel.

 

Snapdragon 820 South East Asia Debut

 

Jadi, saya mo tanya apa ya di acara tersebut? Jujur sih sudah ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, utamanya mengenai mimpi Qualcomm di konvergensi digital, IoT. Apakah ada ramuan khusus, punya hal tersendirikah atau mengikuti aja dengan perkembangan yang ada. Ataukah Qualcomm sudah ada ikatan khusus dengan perusahaan teknologi lain mengenai urusan IoT ini. Kayaknya hal itu perlu ditelisik lebih lanjut. Nah, kalau kalian ada pertanyaan silahkan loh, mungkin bisa saya tanyakan sekalian ke para pihak yang berkepentingan selama di acara tersebut. Langsung colek-colek saya di twitter yes…

 

 

Samsung Galaxy Gift Indonesia

Samsung Galaxy Gift Indonesia

Hadiah, adalah sebuah kata yang dapat membuat banyak manusia untuk tergerak lebih jauh untuk mengetahuinya. Iya, kata hadiah adalah sebuah kata magis yang dilekatkan di banyak hal. Siapapun, yang diberikan hadiah, dijamin mempunyai perasaan senang, bahagia. Jarang sekali orang diberikan sebuah hadiah lantas merasa keberatan, sedih, kecuali hadiahnya mempunyai maksud lain, yang mungkin ujung ujungnya penerima hadiah malah kerepotan di kemudian hari. Secara umum, hadiah adalah sebuah hal yang membuat banyak manusia ketika mendapatkannya pasti ujung perasaan yang didapat adalah sukacita .

Karena konsep hadiah inilah, banyak para merek yang berusaha memberikan hadiah kepada para konsumennya, untuk berusaha membuat konsumennya bahagia. Jika konsumen bahagia, maka diharapkan konsumen loyal terhadap brand/merek tersebut. Tak terkecuali Samsung. Samsung, bahkan bersedia meluangkan energi untuk membuat sebuah aplikasi yang tujuannya adalah memberikan nilai lebih kepada konsumennya ketika membeli produk Samsung Galaxy. Jadi preposisinya, sesuai penangkapan saya adalah, bahwa membeli produk Samsung Galaxy gak akan rugi deh, banyak plusnya, banyak asyiknya, banyak hadiahnya. Dan hadiah ini nyata, bisa diambil sewaktu waktu kapanpun dalam periode tertentu yang telah ditetapkan. Untuk menjembatani orang yang berhak menerima hadiah dengan hadiah apa saja yang ditawarkan, maka muncullah aplikasi Samsung Galaxy Gift.

Persinggungan saya pribadi dengan aplikasi Samsung Gift, sebenarnya telah lama sekali. Sewaktu tahun 2014 pertengahan, saya membeli sebuah tablet Samsung Galaxy Tab S,  diinfokan bahwa para pembeli Samsung Galaxy dapat menginstall aplikasi ini untuk menerima beberapa bentuk hadiah. Maka saya coba-coba menginstall aplikasi ini tanpa berpikir jauh lagi. Pertama kali mengakses, pada waktu itu, merchant yang ikut dalam program Samsung Galaxy Gift tidak terlalu banyak, namun cukup mendebarkan. Setiap hari ada aja yang baru, dan setiap hari kudu cepat cepat menukarkan kupon elektronik yang muncul di aplikasi agar gak terdahului oleh pengguna yang lain. Voucher/kupon promo yang disediakan memang terbatas untuk masing masing merchant. Dan punya masa waktu yang tertentu juga.

Beragam Hadiah Untuk Pelanggan Samsung Galaxy

Beragam Hadiah Untuk Pelanggan Samsung Galaxy

Masa saya menikmati aplikasi Samsung Gift tersebut tidak lama. Karena memang periodenya hanya beberapa bulan. Namun selama menikmati masa  promo tersebut, saya menikmati promo beberapa merchant,  saya merasa bahwa Samsung memberikan nilai lebih. Tak cuman sekedar menjual alat canggih bernama tablet. Tak hanya memikirkan mengenai teknologi, tapi juga memikirkan mengenai nilai tambah untuk menikmat produk teknologi yang dihasilkan oleh Samsung.

Yang paling saya ingat adalah ketika meredeem sebuah kupon untuk menikmati secangkir kopi di Anomali Coffee. Saya melakukan redeem di sebuah coffee shop di bilangan Senopati. Reedemnya juga cukup gampang, tinggal tunjukkan aplikasinya, trus melakukan semacam unlock redeem tersebut, yang dilakukan oleh kasir coffee shop tersebut. Trus saya dapatkan hadiahnya secara langsung. Sebuah minuman dan makanan yang kebetulan saya cukup menikmatinya. Terus terang saya jarang sekali diberikan sebuah hadiah yang mempunyai nilai ‘gaya hidup’. Jadi rasanya senang juga melakukannya. Efeknya adalah, setiap saat selama periode Samsung Galaxy Gift saya dalam keadaan bisa dipakai, saya berusaha untuk memanfaatkan semaksimal mungkin.

Itu sekilas kisah saya pribadi. Beberapa waktu yang lalu saya sempat melihat kembali mengenai Samsung Galaxy Gift ini, dan menemukan bahwa tipe smartphone besutan Samsung yang didukung juga semakin banyak. Jadi tertarik kembali untuk mencoba membeli dan menggunakan smartphone besutan Samsung.

Kalau kalian baru-baru ini membeli produk Samsung coba cek aja, apakah produk smartphone Samsung yang kalia beli dapat menggunakan aplikasi ini. Kalau memang didukung, langsung install aja tanpa pikir panjang lagi. Untuk cek, bisa liat ke toko aplikasi Google, klik aja di sini.

Oh iya, sekedar info, kalau memang punya pengalaman sebagai the luckiest person in the galaxy, pengalaman menarik seputar Samsung Galaxy Gift atau memang ingin mencoba dan punya pemikiran mengenai Samsung Galaxy Gift, sedang ada kontes bloggingnya loh. Coba cek ke sini deh. Siapa tahu menang dan mendapatkan Samsung Galaxy A8!

Kontes Blog Samsung Galaxy Gift

Kontes Blog Samsung Galaxy Gift

 

Samsung GALAXY Note 5 - Blog Competition

Samsung GALAXY Note 5 – Blog Competition

Sudah lebih dari beberapa tahun terakhir, Samsung pabrikan asal Korea, menjadi pemimpin pasar smartphone dunia. Dan secara rutin, Samsung merilis produk barunya terutama produk kelas premiumnya setiap tahun. Salah satu varian produk yang termasuk segmen Premium adalah Samsung GALAXY Note 5. Sejak kemunculannya pada tahun 2011, Samsung GALAXY Note mempunyai pangsa pasar tersendiri, yaitu pangsa pasar yang menginginkan sebuah alat komunikasi sekaligus alat untuk menunjang produktivitas. Oleh karena itu, di Samsung GALAXY Note terdapat stylus ala Samsung yang bernama S Pen, yang memang ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas.

Nah, beberapa pekan yang lalu, Samsung merilis seri GALAXY Note terbaru dengan nama Samsung GALAXY Note 5. Jika membaca dan mengamati rilis serta streaming video peluncurannya, maka peningkatan kemampuannya cukup signifikan. Beberapa hal yang jadi perhatian adalah peningkatan kemampuan S Pen yang diklaim sebagai alat yang mempunyai experience layaknya pen yang sebenarnya di kehidupan nyata. Nampaknya bakalan susah membedakan S Pen yang digital dengan pena tradisional. Namun, bagi saya sih, peningkatan yang patut dipujikan adalah penyempurnaan di sisi battery. Dengan fitur fast charging, maka peningkatan kemampuan pengisian cepat adalah 33% lebih cepat dalam pengisian batt dibandingkan dengan seri sebelumnya. 33% itu sangat berarti bagi para manusia produktif yang memang sangat teliti dan ketat dalam manajemen waktu.

Samsung GALAXY Note 5 Features

Samsung GALAXY Note 5 Features

Untuk lebih asyiknya, bisa cek streaming berikut yang menampilkan pemaparan kemampuan produk Samsung GALAXY, dan salah satu variannya adalah Samsung GALAXY Note 5.

Nah, untuk memeriahkan rilis secara resmi di Indonesia, Samsung mengajak para penikmat internet untuk mengikuti kompetisi blogging Samsung GALAXY Note 5 Blog Competition. Silahkan cek mengenai hal ini di tautan berikut http://goo.gl/Ck3nX1 dan nampaknya saya pribadi tertarik juga untuk mengikutinya.

Baidewei, untuk preorder Samsung GALAXY Note 5 waktunya pendek loh, coba cek ke sini aja kalau emang sudah ingin cobain devicenya  http://goo.gl/9L01e3 dan saya pribadi gak nolak loh kalau kalian ada yang berbaik hati mengirim satu unit devicenya ke kantor saya. 🙂

If running were easy, everybody would do it. Guess what? They don’t. You do. Now suck it up.

Lari memang sebuah olah raga yang menurut saya lebih banyak dipengaruhi oleh kematangan mental. Bahkan, saya yang telah menjalani olah raga lari cukup lama, masih terus menerus berusaha untuk menundukkan mental blocking yang sering terjadi ketika berlari. Mulai mental blocking dari hal yang sangat sepele mengenai jadwal latihan sampai mental blocking saat di acara lomba. Bicara pasal mental blocking, baru kali ini saya berhasil mengalahkan beberapa kali gelombang mental blocking ketika menghadapi sebuah lomba lari. Dimulai sebelum gelaran mulai sampai pas di acara lombanya sendiri.

Kalau dirunut pas daftar lomba Halo Fit Run kemarin, sudah terlihat bahwa saya terjangkiti penyakit sok sok iye. Mendaftar di kategori 20K dengan keyakinan bahwa akan mampu menundukkan jelajah tersebut, karena sebelumnya telah beberapa kali menempuh jelajah Half Marathon, baik di dalam event lomba maupun latihan pribadi. Nyatanya, setelah daftar, agak menyesal karena KEJAUHAN. Harusnya mendaftar kategori 10K saja cukup.

Sesuai petuah para pelari, bahwa untuk berlari jelajah jauh (long run) membutuhkan persiapan yang matang, paripurna. Nah mengenai persiapan inilah yang bikin miris dan sedih. Jadi gini, 2 Minggu sebelum gelaran dimulai, saya terkena cidera engkel. Engkel kaki kiri terkilir karena hal yang konyol, jalan kaki. Bengkaklah engkel kaki kiri sampai hampir 2 minggu, dan baru bisa mengempis signifikan ketika menjelang lomba. Namun ya sudahlah, kalau gak latihan lari trus mau ikut gelaran lomba 20K, cari mati? Cari mati, hal itu sempat membuat saya ingin mundur dari lomba. Namun kata teman saya, finish what you started. Show must go on. Dan hitung punya hitung ingin menantang diri sendiri, break the limit, dan ingin membalikkan pameo bahwa yang cidera tak bisa ikutan lari. Bandel bin nekat ya? Emang!

Praktis selama cidera saya hanya latihan core. Guru lari saya pernah bilang,”Cak, kalau core lu kuat, mau lari berapapun jaraknya ya bakalan aman dan nyaman.” Ok suhu! Tapi ya gak mungkin lah saya lari 42K dengan persiapan core training doang, cari mati namanya suhu J. Latihan core yang saya lakukan adalah plank, crunch, wall sit dan squats. Masing-masing dengan porsi sebagai berikut

  1. Plank 30 detik, 5x
  2. Crunch 10x
  3. Wall sit 30 detik.
  4. Squat 15x.
cara plank

cara plank

cara crunches

cara crunches

cara wall sit

cara wall sit

cara squat

cara squat

Mengenai engkel, saya melakukan perawatan engkel dengan cara mengkompres engkel dengan air dingin atau es. Karena saya tak kuat kalau terus menerus dikompres es, maka sebagian besar direndam air dingin sesering mungkin. Seminggu pertama tak kunjung kempis. Panik dong, jelas! Akhirnya sesuai saran dari keluarga, dikompres dengan Tiger Balm Patch Relief, yang akhirnya dapat membuat kempis inflamasinya secara signifikan.

4 hari sebelum lomba, saya mencoba untuk ‘manasin’ engkel dengan berlari pace rendah, sangat rendah, di atas 8 menit per km. Selama 3 hari berturut turut saya mencoba menaikkan pace tersebut, sehingga bisa mencapai 6’30 per kilometer. Jelajah yang saya tempuhpun cuman 5K. Sehari sebelum lomba, memutuskan untuk menjadi rest day. Tak ada percobaan latihan lari, hanya latihan core saja. Di hari itu saya fokus di memperbaiki asupan cairan elektrolit dan carbo loading.

Pas hari lomba, terus terang agak nervous. Bangun terlalu awal, yaitu jam 02.30 kemudian mandi dan jam 03.00 memutuskan untuk berangkat ke lokasi. Saya takut harus mencari lokasi karena tidak terlalu hapal daerah Bumi Serpong Damai Office Park, eh malah tiba di lokasi sekitar jam 03.45. Jam 05.15 saya sudah siap di belakang garis start, eh malah ketemu Podelz dan Mbak Dita. Jadilah kita foto bareng.

Momen sebelum start Halo Fit Run 2015 20K

Momen sebelum start Halo Fit Run 2015 20K

Di rencana lomba, saya mengeset akan lari dengan pace 7’30 dan ternyata sama dengan rencana Podelz, jadilah kami sepakat akan bersama sampai persimpangan yang akan memisahkan kami kelak. Tsaaaaah.

Lomba dimulai pas 05.30, kami dengan langkah teratur selalu menjaga pace di angka 7’30. Nyaman sekali. Pagi masih buta, sinar matahari belum muncul, udara masih dingin, semua yang start dalam keadaan riang gembira, padahal 20K loh. Nikmat sekali lari dengan ritme terjaga di 7’30, sambil disertai ngobrol ngalur ngidul. Bayangkan, kami lari sambil ngobrol loh di pace 7’30, luar biasa bukan?

Lari tandem tersebut berakhir di KM 14, saya merasa perlu eksplorasi lebih jauh untuk mengetahui mengenai keadaan tubuh. Saya ingin mencoba breaking the limit. Ingin mencoba mengetahui sampai batas mana jantung saya bisa bekerja dan sampai seberapa cepat kaki dengan engkel cidera dapat dibawa lari. Karena bagi saya, moto breaking te limit adalah salah cara untuk mendobrak batasan yang ada pada diri saya, batas ketakutan, batas kemalasan, dan batasan batasan lainnya.

Praktis dari KM 14 sampai KM 16, saya lari dengan pace cukup tinggi. Pun Heart Rate Monitor saya menjerit jerit karena melampaui batas aman yang selama ini saya atur, yaitu maksimum 160 bpm, namun dalam 2 kilometer yang saya ‘paksakan’, HR menembus sampai 167 bpm. Namun, belum ada tanda tanda yang bikin jantung saya mengirimkan sinyal aneh aneh. Ya, ini bagian dari Breaking The Limit.

Di KM 16 saya memutuskan untuk berhenti. Makan pisang untuk asupan cepat dan minum segelas air. Lepas dari KM 16, saya berlari lagi memulai dengan kecepatan 7’30. Ketika pace akan naik lebih kencang lagi, menemukan seorang peserta kram kakinya, saya putuskan untuk membantu dan memberikan satu saltstick. Sebagai sesama pelari, kami ingin merayakan lomba ini dengan riang, nyaman dan aman. Bagi saya lomba adalah bagian merayakan kehidupan.

Menjelang kilometer terakhir, lari ke garis finish dengan mencoba kembali mendobrak batas tubuh, breaking the limit, berlari dengan kecepatan 6”40 yang membuat HRM melejit menunjukkan angka 171 bpm. Di lomba kali ini, saya merasa masih punya tenaga pas finish, gak jompo amat seperti Half Marathon tahun kemarin di lokasi yang sama namun diselenggarakan oleh operator dan brand lain. Oh iya, saya menghabiskan 2 GU Gel dan 1 saltstick di lomba kali ini.

Malam harinya pasca lomba, saya melihat hasil stat lomba di dashboard movescount dan strava, lalu nampak hasilnya yang cukup memuaskan bagi seorang pelari yang sedang cidera. Patutlah saya berbangga!

Movescount Pace Average Halo Fit Run 2015 20K

Movescount Pace Average Halo Fit Run 2015 20K

Movescount Detail Halo Fit Run 2015 20K

Movescount Detail Halo Fit Run 2015 20K

Strava Race Analysis Halo Fit Run 2015 20K

Strava Race Analysis Halo Fit Run 2015 20K

Strava Pace Distribution Halo Fit Run 2015 20K

Strava Pace Distribution Halo Fit Run 2015 20K

Secara umum, lomba kali ini menyenangkan. Saya menikmati sekali setiap kilometer demi kilometer yang dilalui, berusaha mendengarkan seluruh tanda tanda tubuh. Berusaha komunikasi dengan tubuh setiap ada tanda tanda yang aneh. Saya berhasil menantang diri sendiri untuk mendobrak seluruh batasan yang timbul. Tentunya mendobrak batasan tersebut dengan melakukan serangkaian latihan yang bertujuan untuk menimalkan timbulnya cidera ketika lomba terjadi. Dare to challenge, to break the limit.

medali Halo Fit Run 2015 20K cukup keras

medali Halo Fit Run 2015 20K cukup keras. wefie Uding dan Bapet.

catatan:

  1. gambar plank nyomot dari sini.
  2. gambar crunches nyomot dari sini.
  3. gambar wall sit nyomot dari sini.
  4. gambar squat nyomot dari sini.
  5. foto bertiga dita, podelz, cak uding difoto oleh Agus Hamonangan.
  6. foto Cak U dan Bapet, difoto oleh Bapet.

Persinggungan kita semua dengan produk Qualcomm sebenarnya telah lama terjadi. Qualcomm adalah salah satu perusahaan yang ikut membangun teknologi di bidang selular. Saya pribadi, mengetahui bahwa Qualcomm adalah salah satu pemain kunci dan pemegang hak paten yang cukup banyak di teknologi selular 3G dan LTE yang saat ini sedang ngetren. Di Teknologi 3G, Qualcomm bersama Nokia dan LG adalah pemegang paten mayoritas, lebih dari 43 persen. Di dunia 4G atau LTE, LG dan Qualcomm adalah pemegang paten mayoritas. LG dan Qualcomm sendiri memegang hak paten mayoritas sebanyak 44% dari seluruh paten teknologi 4G. Jadi dapat dipastikan tidak ada smartphone yang menggunakan teknologi 3G sampai LTE yang tidak menggunakan paten teknologi keluaran Qualcomm.

Di bidang prosesor mobile, Qualcomm mempunyai sebuah platfom mobile systems on chip bernama Snapdragon. Platfom ini digunakan di smartphones, tablet, dan komputer bergenre smartbook. Mayoritas prosesor Snapdragon telah mendukung video beresolusi HD, dengan variasi resolusi 720p sampai 1080p tergantung dengan tipe prosesor. Dibandingkan dengan prosesor mobile lainnya, Snapdragon bagi banyak kalangan dianggap mempunyai keunggulan karena modem untuk komunikasi selularnya telah terintegrasi, jadi tidak perlu ada ekternal modem selular di dalam PCB. Bahkan sejak generasi Snapdragon S4 yang dirilis di pasaran sejak 2012, Qualcomm mengintegrasikan fitur fitur WiFi, GPS/GPLONASS dan Bluetooth basebands secara langsung. Integrasi ini, secara langsung mempunyai efek kepada kinerja prosesor yang lebih efisien dan lebih hemat dalam menggunakan daya listrik.

Snapdragon logo

Snapdragon logo

Kita, terkadang kurang memperhatikan mengenai produsen dan tetek bengek mengenai chip jantung proses di seluruh alat canggih yang digunakan, besutan perusahaan teknologi dari belahan bumi mana dan siapakah. Namun, sejak lama saya suka memperhatikan, menelisik, dan ingin tahu lebih lanjut mengenai jantung prosesor seluruh alat canggih yang saya pakai. Karena bagi saya, bagian paling penting dari sebuah alat canggih teknologi, adalah bagian yang paling tidak bisa diliat oleh kasat mata namun berefek langsung kepada kinerja, yaitu prosesor. Tak terlihat namun sangat penting. Begitu pula ketika banyak saya mulai melirik pabrikan smartphone di luar Apple.

Hampir sebagian besar smartphone berbasis operasi Android yang segmennya premium, saat ini menggunakan prosesor Snapdragon. Waktu saya ingin mencoba Xiaomi mi4 pun, saya tergoda karena pengunaan Snapdragon 801 di dalam lini produk Xiaomi yang flagship alias premium. Jelaslah tergoda, dengan Snapdragon 810 yang tergolong premium, namun harganya cukup kompetitif.

arsitektur snapdragon 801

Melihat paparan Snapdragon 801 tersebut, rasanya sukar untuk menolak agar tak berusaha menggunakannya. Terutama dukungan LTE, yang bagi sebagian masyarakat penikmat teknologi awal di Indonesia dianggap barang yang sedang tren untuk dicoba. Juga layak diperhatikan dukungan Snapdragon 801 untuk penggunaan konten video UHD, Ultra HD. Yang nampaknya jadi kode tersendiri, yang patut diperhatikan, bagi para pembuat konten video di masa yang akan datang.

Bagi para pengguna smartphone saat ini dan masa depan, ada fitur yang dianggap paling penting, adalah pemrosesan terhadap konten multimedia. Di jaman yang serba cepat ini, orang lebih nyaman ketika mengolah informasi apapun dalam bentuk visual; foto dan video. Beberapa riset menyodorkan bahwa manusia lebih cepat mengolah informasi yang bentuknya visual dibandingkan dengan teks. Otak manusia lebih efisien mengolah informasi yang visual dibandingkan informasi yang bersifat teks. Maka dari itu, sekarang sangat menjamur informasi yang dikemas dalam bentuk infographic dan video singkat. Para penyedia konten dan para brand banyak menggunakan konten yang sangat kaya di visual. Penggunaan streaming video mulai menaik. Akses ke media sosial yang berbasis foto juga semakin jamak dilakukan. Semua aktivitas tersebut tentulah mendukung penggunaan prosesor yang harus mumpuni.

Mengamati perkembangan prosesor di alat canggih smartphone dan juga perkembangan konten di masa yang akan datang, nampaknya pemilihan sebuah alat canggih yang mumpuni untuk memproduksi bermacam konten visual adalah hal yang patut jadi pemikiran tersendiri. Saat ini, hampir semua bentuk smartphone dan tablet terbilang seragam. Fitur seragam, kemampuan seragam karena prosesor dan teknologi yang ditanamkan di dalamnya hampir sejenis. Jadi kalau ditanya harus memakai smartphone produksi mana? Saya sih selalu bilang, smartphone yang ada prosesor Snapdragon-nya. 😀

Beberapa bulan ini saya sempat tertarik dengan produsen pabrikan Oppo. Utamanya produk Oppo Smartphone yang menyuguhkan fitur kamera yang dapat diputar. Tentu, OPPO juga telah menggunakan prosesor Snapdragon. Nah, kemarin sempat browsing mengenai OPPO N3. Kemampuannya sebenarnya hampir setara dengan produk smartphone pabrikan lainnya. Namun yang menjadi ketertarikan tersendiri adalah penyematan kemampuan kameranya yang bisa diputar. Mungkin terkesan gak penting bagi anda. Namun bagi saya ini adalah sebuah pembeda yang cukup dapat menempatkan OPPO sebagai sebuah alat canggih yang sangat memperhatikan penggunanya dari segi kenyamanan dan kemampuannya untuk memproduksi konten yang bersifat visual. Dengan kamera yang dapat diputar tersebut, memproduksi konten semakin mudah, kontrol gampang, tak perlu ribet bolak balik kamera. Di OPPO N3 malah rotasi kameranya sudah menggunakan motor, jadi tinggal pencet muter sendiri.

Oppo N3 dengan kamera berotasi otomatis

Oppo N3 dengan kamera berotasi otomatis

Jadi, siapa nih yang mau ngasih smartphone berprosesor Snapdragon 801 dan punya kemampuan kamera berotasi? Eh 🙂

Hugo Barra untuk kedua kalinya mengundang beberapa tech blogger, guna memberikan info terkini mengenai perkembangan Xiaomi di Indonesia. Kali ini saya mendapatkan undangan cukup mendadak, meskipun demikian saya dapat meluangkan waktu untuk menghadirinya. Kali ini Hugo Barra tidaklah sendirian, bergabung bersama yang bersangkutan Steve Vickers dan beberapa personil kunci lainnya. Juga turut hadir Bobby Silalahi, Community Manager Xiaomi yang bertugas di Indonesia.

Undangan dari Xiaomi Untuk Beberapa Tech Blogger Indonesia

Undangan dari Xiaomi Untuk Beberapa Tech Blogger Indonesia

Seperti pada pertemuan sebelumnya, Hugo Barra selalu tampil dengan keadaan yang sangat kasual, non formal, santai. Ketika kami mulai berkumpul di ruangan yang disiapkan untuk pertemuan tersebut, di depan dekat layar dipajang beberapa unit device Xiaomi, sayapun melihat penampakan mi Pad dan juga mi Band. 🙂

Hugo Barra memulai pertemuan dengan menceritakan perkembangan Xiaomi di Indonesia, terutama aktivitas online dan offline. Dari paparan Hugo, tampak bahwa Xiaomi sangat sarat dengan aktivitas online. Dan aktivitas online tersebut disambut oleh para fans Xiaomi di beberapa daerah. Sehingga menimbulkan gaung yang cukup signifikan dan memunculkan beberapa kopdar/meetup fans Xiaomi yang seringnya dipanggil mi Fans. Dengan kehadiran secara resmi yang baru seumur jagung, aktivitas yang cukup padat tersebut patut diacungi jempol.

Dari pantuan beberapa kanal sosial medianya, Facebook resmi Mi Indonesia mempunyai like sebanyak 46,673. Sedangkan untuk akun resmi xiaomi Indonesia di Twitter, mempunyai pengikut sekitar 3,905. Belum terlalu besar, namun cukup menjanjikan  jika dilihat dari aktivitasnya. Dari pantuan aktivitas di sosial medianya, terlihat bahwa Xiaomi berusaha menumbuhkan duta daerah dengan memunculkan mercu suar di beberapa wilayah. Mulai muncul akun twitter para mi fans daerah yang semuanya berusaha dirangkul oleh Bobby Silalahi, Community Manager Xiaomi Indonesia. Menurut saya strategi ini sangat jitu, dengan adanya mi fans di beberapa daerah, maka Xiaomi membangun pengikut loyal yang akhirnya menjadi duta tak resmi produk Xiaomi.

Kegiatan online yang cukup aktif, nampaknya berimbas kepada penjualannya secara langsung. Hugo menginformasikan bahwa penjualan Xiaomi Redmi 1S sangat bagus. Selama 2 bulan sejak awal peluncuran, telah terjual 85,000 unit Xiaomi 1s. Sebuah pencapaian yang melampaui target yang telah disepakati. Hugo sempat menginformasikan, bahwa target waktu yang disetel untuk mencapai angka penjualan sebanyak tersebut adalah 6 bulan.

Xiaomi secara global telah menjadi sebuah perusahaan yang patut diperhitungkan. Hugo, sempat menginformasikan bahwa Xiaomi secara resmi telah menjadi perusahaan penghasil smartphone nomor 3 terbesar di dunia. Mengambil 6% segmen pasar dunia.

Vendor Smartphone Worldwide Rank

Vendor Smartphone Worldwide Rank by strategyanalytics.com

Di kunjungan kali ini, sebenarnya, Hugo Barra ingin mengenalkan kepada kami semua yang hadir dalam pertemuan tersebut sebuah device Xiaomi Redmi Note. Unit ini, ketika dipresentasikan oleh Hugo, akan dijual secara online via kanal penjualan ecommerce Lazada. Tata cara untuk bisa membeli dan mendapatkan unit ini adalah dengan cara registrasi terlebih dahulu. Peminat akan digiring untuk mengisi sebuah isian daftar minat untuk membeli unit tersebut, di gelombang penjualan tertentu. Pada hari H penjualan, yang telah registrasi sajalah yang berhak mengakses penjualan tersebut. Setiap gelompang penjualan akan dilepas beberapa ribu unit saja. Penjualan gelombang pertama dilakukan pada tanggal 13 November 2014 kemarin dan telah terjual 10,000 unit dalam waktu 47 detik.

Redmi Note, yang masuk ke dalam kategori phablet, dibekali dengan prosesor MediaTek Octa-core, dan yang dijual di Indonesia hanyalah yang berkecepatan 1,7Ghz. Memory yang disematkan adalah sebesar 2GB dengan kapasitas penyimpanan internal sebesar 8GB. Redmi Note ini mendukung penyimpanan eksternal microSD hingga mencapai 32GB.

Masih sama dengan Redmi 1S, di Redmi Note ini terdapat 2 slot simcard. Namun hanya simcard nomor 1 saja yang mendukung koneksi data 3G, sedangkan simcard nomor 2 hanya mendukung koneksi 2G. Besar dimensi Xiaomi Redmi Note adalah 5,5 inchi, lebih besar dibandingkan dengan Xiaomi 1s yang hanya 5 inchi. Ketika saya tanyakan mengenai kemungkinan Xiaomi mengeluarkan device berukuran di bawah 5 inchi, Hugo Barra menyatakan bahwa kecil kemungkinan Xiaomi mengeluarkan device dengan ukuran di bawah 5 inchi. Hugo juga mempresentasikan beberapa device dari pabrikan lain yang dianggap kompetitor Xiaomi Redmi Note, sebagai berikut:

Perbandingan spesifikasi dan harga Redmi Note dengan kompetitornya.

Dengan spesifikasi yang seperti terlihat pada tabel dan dengan harga yang sangat kompetitif, nampaknya sukar sekali untuk menolak untuk membelinya. Apalagi, selama ini sudah cukup dibuktikan bahwa system operasi MIUI mendapatkan tempat tersendiri di hati banyak orang.

Dalam kesempatan temu blogger kali ini, ada beberapa informasi, masukan dan juga pertanyaan yang semuanya menjadi perhatian Hugo Barra. Salah satu hal yang ditanyakan adalah kemungkinan bagi Redmi Note dan 1S untuk menerima update Lolipop, karena selama ini 1s dan Redmi Note masih menjalankan OS Jelly Bean. Hugo menginformasikan, bahwa Xiaomi masih dalam pembicaraan dengan MediatTek mengenai hal tersebut. Juga dari Blogger yang lain bertanya mengenai kemungkinan Mi3 dijual di Indonesia, Hugo menginformasikan mengenai hal ini tidak akan terjadi karena mi3 dianggap telah habis momen jualannya dan digantikan dengan mi4 yang sampai saat ini masih berjuang di sertifikasi di Departeman terkait di Indonesia. Pun, mi Band juga akan diajukan sertifikasi di Departemen Komunikasi dan Informasi. Pengajuan sertifikasi di Departemen Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia masih menjadi ganjalan tersendiri bagi Xiaomi. Sebagai merek baru, mereka masih berusaha menyesuaikan dengan cara di sini.

Keseriusan Xiaomi untuk menggarap pasar Indonesia tercermin dari penyediaan layanan service centre yang telah mencapai 17 service centre di 15 kota di Indonesia. Bahkan di kondisi tertentu ada jaminan 2 hours fast repair, yang ini merupakan salah satu pemikat dan jaminan bagi pengguna dan calon pengguna Xiaomi.

Akhir kata, setelah kita menjalani sesi yang sangat informal ditemani menu Jepang, masing masing dari kami diberikan satu unit Redmi Note untuk diuji coba. Dan seperti biasa, ini adalah Redmi Note kedua saya setelah beberapa bulan yang lalu juga mendapatkan unit Redmi Note keluaran China. Kata teman sih, rejeki anak saleh. 🙂

Jadi gak sabar nunggu kumpul kumpul dengan Hugo Barra di episode berikutnya. 🙂

Hugo Barra bertemu dengan beberapa blogger teknologi Indonesia.

note: foto diatas diambil oleh Praxis, dan digunakan dengan seijin yang bersangkutan. 

Beberapa bulan yang lalu, saya dan istri memutuskan untuk merenovasi rumah secara besar besaran. Mulai pembenahan atap rumah, penambahan ruangan, meninggikan plafon ruang keluarga, pembenahan kabel listrik dan mengecat kembali seluruh rumah. Dari semua hal yang teknis tersebut, yang mengundang diskusi paling mendalam adalah mengecat rumah. Kami biasanya mengecat rumah maksimal 3 tahun sekali, namun kali ini sudah molor lebih dari 3 tahun. Dan seperti kejadian sebelumnya, menentukan cat adalah sebuah diskusi yang cukup panjang. Dimulai dengan mengumpulkan beberapa katalog cat dari beberapa merek cat. Juga dari situ harus memilih warna cat yang sekiranya sesuai dengan tema yang akan kami harapkan dalam beberapa tahun mendatang. Setelah terpilih satu kandidat, kami coba tes dengan beli satu galon, dan ternyata ketika dicoba di tembok, jauh dari bayangan kami. Kami lakukan kegagalan ini sampai 2x. 🙂

Saya sempat juga mencoba download beberapa aplikasi cat di smartphone, ada yang menyodorkan konsep penyajian warna secara langsung, namun nampaknya kurang cocok secara pengalaman bersmartphonenya di saya, terasa membingungkan. Namun, beberapa hari yang lalu, saya diminta untuk mencoba aplikasi cat dan diminta memberikan saran untuk penyempurnaan. Setelah saya coba download, dan coba saya operasikan, ternyata fungsinya cukup oke. Di aplikasi ini, kita disodori sebuah konsep untuk menvisualisasikan sebuah project mengecat.

Kita bisa membuat sebuah project untuk mengencat eksterior dan interior, bahkan beberapa kenalan membuat project untuk mengecat kembali furniture dan barang lainnya. Intinya, kita memfoto sebuah obyek, dan obyek itu dapat kita ubah warnanya dengan seluruh skema warna dari Nippon Paint. Kita bisa mengimplementasikan beberapa warna sekaligus, kita bisa mengatur kontras dan pencahayannya sekaligus. Gambar yang terpampang, bisa memberikan visualisasi yang mendekati dengan keadaan yang sebenarnya. Banyak hal yang bisa dihemat dengan aplikasi ini, salah satunya yang paling penting adalah waktu. Waktu untuk menvisualisasikan sebuah proyek menjadi lebih cepat. Waktu mengambil keputusan untuk menentukan sebuah cat yang akan dipakai menjadi sangat instan. Plus juga di aplikasi ini menampilkan semacam fungsi store locator terdekat. Jadi kalau butuh catnya tinggal cari tahu langsung dari aplikasi ini, di mana toko terdekat.

Aplikasi yang saya coba adalah di smartphone berbasis iOS. Secara fungsi aplikasi ini sangat bagus, fungsinya sangat fokus. Selanjutnya yang harus ditingkatkan adalah user experience selama menggunakan aplikasi ini. Aplikasi ini juga terdapat untuk platform Android.

Btw, untuk lebih mengerti fungsinya, bisa longok laman video mengenai aplikasi Color Creation yang saya sertakan dalam blog post kali ini.