Archives For Smartphone

Peluncuran produk Samsung segmen flagship selalu banyak menyita perhatian media. Maklum saja, sejak beberapa tahun terakhir, Samsung menjadi salah satu pabrikan smartphone yang cukup diperhitungkan dan menduduki 3 besar di dunia. Bahkan, dalam brand value, Samsung juta berada di 3 besar, mengekor kedudukan Aplle dan Google. Brand value Samsung menurut report yang dikeluarkan Brand Finance, sebuah perusahaan dari Inggris pada 14 Maret 2016, menyatakan bahwa Samsung mempunyai brand value senilai US$ 83.2 milliar. Ya kalau dikurs flat 10,000 rupiah per dollar sih jatuhnya nilai brandnya 830,2 trilyun rupiah. Banyak ya? Iya~

Perkara produk flagship alias papan atas, selalu jadi semacam perang imaji dan teknologi. Pasti di produk flagship para pabrikan berlomba untuk menyematkan teknologi dan fitur terbaru yang belum bersifat massal. Baik dari sisi desain, sistem operasi maupun dari sisi konten tambahan. Nah, bolehlah kita cek-cek ombak, apa saja sih fitur dan teknologi yang cukup maut disematkan di dalam produk Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE ini.

  1. Mendukung gaya hidup aktif.

Hmmm, apa neh law leh tw? Halah, bahasanya kok jadi kayak anak jaman sekarang. Oke, jadi gini, maksudnya dari mendukung gaya hidup aktif adalah Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE tahan air. Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE didisain tahan terhadap terpaan bahkan tercelup air. Terendam gimana? Jangan kuatir, tahan kok. Beberapa blogger mengeksplorasi kemampuan Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE dengan memvideokannya. Salah satunya bisa cek ke konten ini.

 

  1. Kembalinya slot memory card.

Ya, di edisi Samsung Galaxy S6, Samsung menghilangkan kemampuan untuk menambahkan memory card tambahan ke dalam smartphone. Sebuah hal yang bikin banyak orang mengeluh. Nah, di edisi Samsung Galaxy S7, kemampuan untuk menampung memory card dimunculkan kembali dan ditambahkan kemampuan sampai bisa menangani memory card 200GB. Warbiyasak!

 

  1. Baterai yang warbiyasak.

Nah, perkara baterai adalah permasalahan yang dihadapi banyak para pemakai smartphone di kota-kota besar. Maklum, dengan gaya hidup yang serba mobile, semua-semua diakses merlalui smartphone, maka dibutuhkan sebuah smartphone yang punya kemampuan baterai yang sangat prima. Memang sih, banyak yang menenteng batt box sebagai asesoris tambahan, namun dengan peningkatan batt di smartphone sendiri adalah sebuah hal yang sanagat dihargai para konsumen smartphone. Ini semakin jadi pemanis yang diliat banyak pengguna smartphone. Di Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 EDGE ini, data tahan battnya diklaim naik 10% dibandingkan Samsung Galaxy S6. Meskipun cuman naik 10% namun imbasnya ke performa cukup terasa, karena secara operating system sendiripun sangat mengalami pembenahan yang berarti, plus penggunaan fitur lain yang hanya mengambil konsumsi baterai yang rendah, ujungnya ya tetap membikin Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 irit. Mari kita longok deh kemampuan baterai Samsung S7 EDGE yang diukur oleh GSM Arena.

gsmarena_001

GSM Arena Battery TestΒ  Β – Β  from GSM Arena.

Oh iya, sekedar info, Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 EDGE memiliki dua varian, yang beda di unit prosesornya; ada yang disematkan dengan Snapdragon 820 dan ada yang disematkan dengan Exynos E8890.

 

  1. TouchWiz yang mejik.

TouchWiz adalah teknologi sentuh UI/UX yang dikembangkan oleh Samsung. Nah, di edisi Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 EDGE, banyak ulasan yang mengemukakan hal yang sama; TouchWiz yang sekarang lebih berestetika. Salah satu hal yang diulas adalah pergantian warna di area notifikasi yang berganti warna ke putih dengan latar belakang yang sedikit menonjol. Lebih terlihat bersih dan nyaman di mata dibandingkan dengan warna sebelumnya yang biru muda. Pun, masih ada beberapa pengembangan yang cukup besar di sisi TouchWiz ini.

Jadi, apakah saya ingin memakai Samsung Galaxy S7 atau Samsung Galaxy S7 EDGE tersebut? Jawabannya sih tergantung, tergantung di mana saya bisa mendapatkan Samsung Galaxy S7 dengan asyik. Nah, kayaknya sih salah satu cara untuk mendapatkan Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE dengan asyik ya ikuti aja salah satu lomba Samsung Galaxy S7 blog competition. Silahkan dipublish secepatnya ya gaes, soalnya sebentar lagi bakalan berakhir. Tapi saya sih yakin, meskipun tinggal beberapa hari lagi, masih ada kesempatan untuk bikin blog bagus mengenai Samsung Galaxy S7. Untuk lebih jelasnya cek di tautan berikut http://goo.gl/z5xMdV

Saya sih, kayaknya ikutan juga.. Ihik πŸ˜€

Jikalau saya berbagi info mengenai Xiaomi Redmi 2, nampaknya bakal terkesan basi banget. Karena memang yang mengulas secara mendetail dan oke banget dibandingkan saya, yang hanya pengguna hore ini, sudah banyak sekali. Kalau memang perlu ulasan lengkap mengenai Xiaomi Redmi 2 bisa mampir ke sini, sini dan ke sini. Dijamin puas banget!

Nah, karena saya adalah pengguna yang sebenarnya, bukan pengguna gadungan, maka saya hanya menyampaikan pengalaman memakai Xioami Redmi 2 selama beberapa pekan terakhir, dan kebetulan pula menggunakan Xiaomi Redmi 2 tersebut sebagai salah satu device utama.

Dari beberapa pekan terakhir memakai Xiaomi Redmi 2, maka ditariklah sebuah kesimpulan, setidaknya ini bisa mewakili pertanyaan sebagian besar pengguna awam, kenapa harus memakai Xiaomi Redmi 2.

Gini jawabannya:

  1. Android yang keren: Keren? Ah masa? Dari sisi apa? Hardware? Software? Kalau saya bilang sih keutamaan Xiaomi di kelasnya adalah software dan hardwarenya. Memakai ROM terkini dari Xiaomi yang bernama MIUI6 maka dijamin kenikmatan pengguna awam makin asoy. Apa sih keutamaan MIUI6, sebuah operating Xiaomi berbasis Android? Banyak!
  • Themes: Banyak mungkin yang mencibir, apa sih pentingnya theme? Bagi saya penting banget, bahkan karena theme inilah istri dan anak saya langsung jatuh cinta dengan Xiaomi ketika saya sodorin produknya, istri saya memakai Mi3 dan anak saya memakai Xiaomi Redmi 1s. Theme membikin kita gak bosen dengan tampilan yang ada, bisa mengganti dengan 5000 theme yang disediakan oleh MIUI Theme Store. Mudah banget malah, tinggal pilih, klik download dan pasang.
  • UI yang cantik: Kalau boleh ngomong, MIUI ini makin mirip dengan iOS. Hal hal detail dipikirkan, salah satu contoh adalah kalau kita mendelete sebuah aplikasi, tinggal tahan, drag and drop ke icon tempat sampah dan kemudian ada efek berkeping keping aplikasinya. Remeh namun berarti. Hal kecil detail seperti ini, memanjakan mata dan juga membuat pengalaman berinteraksinya makin asyik.
  • Memory Managemen: Memory managementnya makin asyik, terbukti dengan kinerja smartphone yang tetap dapat diandalkan meskipun memory RAM 1GB. Saya ndak pernah mengalami hal hal yang bikin bete, untuk smartphone di kelasnya yang bermemory 1GB maka Xiaomi Redmi 2 sangat dapat diandalkan.
  1. Ada radionya: Bagi saya hal ini sangat penting, karena saya adalah seorang komuter yang menggunakan beragam moda transportasi, kadang perlu sesuatu untuk informasi cepat ataupun pembunuh kesepian selama di jalan. Dan tak ada yang bisa menghantarkan informasi secara instan dan pembunuh sepi selain radio. Nah, dengan fitur radio yang ada ini, bukan radio online streaming, bikin saya makin mudah dan tentunya juga menghemat kuota karena tak perlu streaming.
  2. Kamera yang kece: Iya, kameranya kece banget, baik kamera depan maupun belakang. Kamera depan otomatis tersemat fitur beautify yang membikin kecanduan selfie. Dan kamera belakang punya fitur HDR yang sangat patut dipoedjieken. Oh iya, saya suka banget dengan fitur pendeteksi umur di Xiaomi Redmi 2 ini, yang tersemat di kamera depannya. Saya dianggap berumur 25 tahun! Padahal ya jauh dari itu. Makin suka! πŸ˜€
  3. Ukuran layar 4.7”: Hal ini adalah salah satu hal yang membuat saya jatuh cinta dengan Xiaomi Redmi 2. Dengan ukuran 4.7” sangat pas di tangan saya dan tidak kegedean pun tidak kekecilan. Dengan ukuran tersebut saya bisa menggunakan smartphone dengan satu tangan.
  4. Support Aplikasi HRM: Nah, sebagai pelari dan pelaku gaya hidup sehat, saya suka banget cek Heart Rate Beat saya, nah dengan Xiaomi Redmi 2 ini, kalian tinggal install aplikasi untuk cek Heart Rate, saya menggunakan Runtastic Heart Rate Pro, dan bekerja dengan sempurna. Waktu saya menggunakan Xiaomi Redmi 1s, hal ini tidak terjadi.
  5. Dual SIM: fitur ini sebenarnya terlalu killer untuk smartphone kelas Xiaomi Redmi 2, namun fitur ini makin membuat Xiaomi Redmi 2 dilawan oleh para brand smartphone lain sekelasnya. Dual SIM 4G/4G yang sempat bikin saya bengong dan cuman berkomentar, gokil. Iya 4G keduanya nyala. Dan bisa digonta ganti dengan mudah ingin memakai koneksi data yang mana.

Oh iya, saya tampilkan beberapa hasil jepretan kamera Xiaomi Redmi 2, hampir sebagian besar saya ambil dengan mode HDR. Juga saya tampilkan hasil screen shot bahwa saya dideteksi berumur 25 tahun oleh Xiaomi Redmi 2 ini. πŸ™‚

Hal itulah yang memutuskan saya untuk menggunakan Xiaomi Redmi 2 sebagai device utama. Menemani Redmi Note yang sebelumnya telah saya gunakan beberapa bulan ini. Entah produk Xiaomi apalagi yang bakalan saya gunakan, tunggu tanggal mainnya aja. πŸ™‚

Indonesia di banyak laporan, riset, artikel, seminar dan turunannya dianggap sebagai pasar berkembang bagi produk teknologi, baik yang bersifat hardware maupun software. Apalagi sejak kemunculan paket data murah dan acang harga miring (alat canggih) yang semakin terjangkau kelas menengah sampai kelas bawah, maka pertumbuhan penggunaan internet menjadi meningkat pesat.

Sebuah hasil analisis yang digagas oleh Pew Research beberapa waktu yang lalu, menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara berkembang yang mempunyai tingkat penetrasi mobile phone dan internet bergerak dengan tren menaik. Sesuai sampling sebanyak 1000 responden, 78% orang Indonesia mempunya alat telepon bergerak dan 11% nya berkategori telepon bergerak pintar, alat canggih. Kebanyakan pengguna telepon bergerak yang dianalisis oleh Pew Research, menggunakan telepon bergerak dan smartphonenya untuk berSMS dan mengambil gambar/foto.

Gambar

Analisis ini sejalan dengan kenyataan di lapangan mengenai penetrasi beragam aplikasi internet messaging di Indonesia yang semakin gencar. Mulai dari BBM yang meletakkan ‘revolusi’ cara berkomunikasi dengan membiasakan banyak orang Indonesia untuk berkomunikasi teks berbasis Internet. Kemudian disusul masuknya WhatsApp, Line, KakaoTalk, WeChat, Viber, myPeople dan Telegram. Asia adalah pasar yang sangat legit untuk produk internet messaging. Mempunyai pengguna muda yang cukup besar dan rata rata melek dengan teknologi internet. Plus, dengan semakin beragamnya kemasan internet messaging, yang semakin berkembang tidak hanya berdasarkan texting saja, namun juga menjadi sebuah platform mendekati bentuk sebuah social networking. Sebagai contoh KakaoTalk, internet messaging produk sebuah perusahaan Korea, dengan serius menggarap pasar Indonesia. Membuka kantor di Indonesia tahun 2013 kemarin, dan sampai sekarang di Indonesia telah mempunyai pengguna sebanyak 16 juta.

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan hadir dalam undangan yang diadakan oleh KakaoTalk, untuk menyimak presentasi salah satu fitur terbaru yang merupakan hasil adaptasi KakaoTalk untuk pasar Indonesia. Fitur yang dinamakan Speed Booster ini mampu menyampaikan pesan dalam bentuk teks maupun grafis lebih cepat dibandingkan dengan layanan messaging sejenis di Indonesia. Menurut saya, kehebatan Speed Booster ini bukan hanya dari unsur kecepatannya, namun jaminan bahwa pesan dapat disampaikan bahkan dalam kondisi jaringan yang hanya 2G/EDGE saja. Hal ini, belum terdapat di messaging app selain KakaoTalk di Indonesia, menyampaikan pesan gambar dalam kondisi 2G/EDGE bisa dipastikan gagal. Semua kemajuan ini, karena keseriusan KakaoTalk untuk melayani pasar Indonesia, yang akhirnya mengoptimalisasi aplikasi KakaoTalk dengan kondisi jaringan di Indonesia.

Sedikit membedah Speed Booster, kenapa layanan ini sampai bisa mengantarkan pesan dalam bentuk gambar dengan kecepatan yang melebihi kecepatan aplikasi messaging sejenis, kuncinya adalah di optimalisasi Image Relay Technology yang difokuskan dengan memecah gambar dalam ukuran besar ke ukuran kecil kecil untuk mencapai tingkat pengantaran yang maksimal dan optimal. Selain itu, KakaoTalk mengembangkan teknologi yang mengurangi ukuran paket data ketika aplikasi sedang terkoneksi dengan jaringan 2G/EDGE. Sehingga dapat dipastikan pesan dalam bentuk teks bahkan gambar dapat diterima dengan cepat dan sempurna.

KakaoTalk dengan Speed Booster teknologi ini, mendukung hampir semua platform umum. Mulai dari BlackBerry Java dengan OS Minimum 3.3.1, Android dengan spesifikasi minimum 4.3.1, iOS dengan versi OS minimum 4.0.1, Windows Phone dengan minimum OS 0.9.0 bahkan Asha dengan versi minimum 0.9.0. Yang menarik, saya sempat komplain kepada Mario Nicholas, Product Manager KakaoTalk Indonesia, mengapai versi BlackBerry 10 kok tidak ada di market, saya diingatkan bahwa BlackBerry 10 terbaru sudah bisa menggunakan aplikasi KakaoTalk versi Android. Duhh saya lupa.. πŸ˜€

Mengamati persaingan aplikasi messaging di Indonesia sangatlah menarik. Dan saya salut dengan langkah KakaoTalk untuk melakukan adaptasi yang krusial untuk wilayah Indonesia. Saya harap, dengan pemasaran yang lebih inovatif maka produk KakaoTalk yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia ini semakin diminati oleh masyarakat. Pasar untuk messaging app di Indonesia masih sangat besar, meskipun persaingannya telah sangat ketat.

Oh iya, kalau ingin tahu mengenai teknologi Speed Booster ini dalam bentuk TVC, bisa langsung longok di klip yang saya sertakan dalam blog post ini.

Β 

Beberapa waktu yang lalu kita sempat melihat Nokia memamerkan serial Nokia X, sebuah Nokia yang berbasis Android. Dan hari ini sebuah akun twitter @evleaks membocorkan sebuah Nokia Lumia yang disinyalir Nokia Lumia 630.

Pengen tahu seperti apa? Langsung aja lihat bocoran dari @evleaks yang saya sertakan di sini.

Untuk jeroan, saya belum mendapatkan info lebih selain dugaan penggunaan prosesor Snapdragon 400 dan RAM sebesar 1GB di dalam Lumia 630, untuk yang lain lain belum ada info yang asyik. Sekian dan terima emoticon. πŸ˜€

Cyruschat dingblog

Mungkin bakalan banyak yang berkomentar,”ahh pasti Cyrus Chat adalah smartphone Android kelas menengah lainnya”. Kalau saya bilang sih, Cyrus Chat besutan dari PT Mitra Komunikasi Utama adalah smartphone Android produk lokal dengan kelebihan di sisi hardware dan juga di sisi paket jualannya yang terbilang MACAN! Ya gimana gak macan, coba saja baca seluruh paket yang ditawarkan ini dengan satu tarikan nafas;

  • Smartphone Android berbasis keypad fisik QWERTY.
  • Dual SIM Card.
  • Sudah mendukung HSPA.
  • Mendukung T Flash sampai 2 TB.
  • OS yang ditanam adalah Android Jelly Bean.
  • Bonus Voucher untuk berbelanja Majalah, Buku dan Koran di aplikasi INDOBOOKS.
  • Gratis 24GB paket data Telkomsel selama 1 tahun, senilai 720 Ribu Rupiah.
  • Beberapa Game HD Gameloft.

Saya sering melihat, para pabrikan smartphone lokal yang mengusung OS Android, banyak yang hanya lebih fokus di jualan devicenya tanpa embel embel paket jualan yang menarik. Palingan yang dijual paket data bundling dengan operator sebesar maksimum 2GB. Namun belum ada yang membundling dengan aplikasi lokal maupun yang international. Apalagi yang membundling dengan konten majalah, buku, dan koran senilai ratusan ribu.

Terus terang, saya sempat icip icip sejenak Cyrus Chat ini. Saya memesan unit ini dengan system pre order di situs cyruspad yang akhirnya dikirim beberapa minggu kemudian, dikarenakan pengiriman dari pabriknya di China. Karena saya pesan pre-order, maka saya berhak pula untuk mendapatkan satu tiket nonton konser kolaborasi Melly Goeslaw, Andien, Astrid, Bondan Prakoso, Smash, dan Coboy Junior pada tanggal 11 Desember 2013. Sekali lagi, kemasan jualan yang sangat menarik!

Unit Cyrus Chat datang beberapa hari yang lalu, kemudian saya coba saya sinkronikasasikan dengan akun Google dan langsung download beberapa aplikasi. Pengalaman menggunakan keypad fisik di Cyrus, cukup nyaman. Keypadnya mengingatkan terhadap keypad dari BlackBerry Curve. Cukup empuk dan dengan keypad fisik maka pengetikan lebih bisa terjaga dan lebih cepat. Saya belum sempat coba lebih mendalam, karena devicenya terlebih dahulu dipinjam oleh kolega untuk testing beberapa aplikasi smartphone yang sedang dalam produksi.

Bagi saya, Cyrus Chat cocok banget untuk segmen perempuan dan remaja. Kenapa perempuan? Karena beberapa kali survey di sekitar saya, para perempuan lebih suka menggunakan keypad fisik. Atau mungkin yang saya survey lebih banyak pengguna BlackBerry? Entahlah. Dan juga kenapa cocok untuk segmen remaja? Ya karena menurut saya, remaja suka menggunakan aplikasi media sosial dan chatting yang lebih banyak mengetik. Pengetikan di Cyrus Chat tergolong nyaman. Dan ini bakalan banyak mengkonversi para pemakai BlackBerry ke Android. Ini sih sekedar prediksi warung kopi. Saya lihat, Cyrus Chat bisa masuk ke segmen yang tepat, segmen para pendamba keypad fisik yang ingin berpindah ke Android (dari BlackBerry) namun belum terlalu pede karena di Adroid, device berkeypad fisik bisa dihitung dengan jari.

Okelah, daripada saya berbusa busa nulis, mungkin lebih nyaman jika melihat video demo Cyrus Chat. Monggo…

Jadi, sudah berapa smartphone Android yang anda gunakan? Dan sampai saat ini, device Android yang berkeypad fisik manakah yang pernah digunakan?

Lightning cable

Ada pameo yang ngetren di kalangan orang jawa,”ono rego ono rupo”. Yang artinya, bahwa kualitas tercermin dari harganya. Namun menurut saya, tidak melulu barang mahal mencerminkan kualitas barang. Salah satunya produk Apple yang punya nama ngetren iPhone 5, yang dari segi crafting gampang sekali mengalami baret. Dan yang paling menjengkelkan adalah kualitas dari lightning cable alias kabel chargernya yang menurut saya gampang sekali untuk patah di dalam. Mirip banget dengan hati ABG saja yang gampang patah di dalam. Halah.

Masalah utama ketika lightning cable patah di dalam adalah, kilat di icon batt pojok kanan atas tak muncul, alias gak bisa ngecharge. Ya iyalah, masa ya iya dong. Trus kalau hilang kilat gimana? Beli baru? Rugi dong dikit dikit beli. Apakah ini sebuah konspirasi wahyudi agar konsumen selalu membelanjakan uangnya untuk asesoris smartphone?

“Ah Cak, jangan suka nuduh yang bukan bukan dan tidak tidak mengenai kualitas barangnya Apple”. “Pasti sampeyan haters ya?”. Yaelah bro, okelah untuk memperkuat pernyataan tersebut, saya lampirkan saja beberapa status yang saya comot dari media sosial twitter mengenai kualitas kabel charger iPhone. Monggo kita simak bersama.

Saya sendiri sih, sudah 1 kali ganti kabel charger iPhone 5. Setahun baru ganti satu kali, ya cukup menjadi sebuah prestasi dibandingkan beberapa teman yang ganti berkali kali. Namun, untuk kabel charger iPhone 5 yang kw, saya sih udah ganti 3 kali. Sedih deh.

Saya merasa, akhir akhir ini, Apple kurang memperhatikan daya tahan produknya. Mungkin bagi para kreator di Cupertino markasnya Apple, hal ini hanyalah dianggap kabel yang tak perlu perhatian lebih. Namun hal kecil seperti kabel charger, adalah nyawa kehidupan untuk sebuah smartphone. Berani taruhan deh, pasti senewen kalau ketinggalan kabel charger dan tidak ada yang bisa dimintai tolong untuk share kabel charger. Kabel charger iPhone 5 yang punya sebutan keren lightning cable adalah charger lain dari yang lain. Berbeda cyin!

Dari keluhan diatas, apa nih solusinya selain beli kabel charger baru? Ya solusinya sih ada beberapa menurut saya:

  • hati hati ketika menggulung kabel. sebisa mungkin dibikin sebuah lingkaran.
  • lapisi seluruh permukaan kabel dengan selotip, terutama bagian sambungan dengan kepala chargernya.
  • belilah kabel ori, soalnya yang kw lebih parah kualitasnya.

Jadi, sampeyan sudah berapa kali ganti kabel charger?

Z30

Pertama kali memakai BlackBerry di tahun 2006, tak pernah terpikir bahwa teknologi BlackBerry akan berkembang sejauh ini. Dulu, dapat mengakses secara langsung, cepat, gegas layanan email di BlackBerry dan dapat berbincang dengan kolega, keluarga dan teman sepermainan melalui BlackBerry Messenger adalah sebuah kemewahan tersendiri. Apalagi, waktu itu, layanan BlackBerry mempunyai brandrol harga layanan yang cukup terbilang premium.

Waktu memang tak berjalan mundur, dan teknologi selalu berkembang dalam hitungan bulan. Prosesor makin cepat, layar makin kinclong dan lebar, kanal jaringan internetnya makin besar, aplikasi dan layanan konten di smartphone makin beragam, maka menuntut sebuah smartphone yang berteknologi paling muktahir. Dan BlackBerry Z 30 adalah flagship dari BlackBerry berbasis OS BlackBerry 10 yang paling baru muncul di pasaran.
ASeries Black BBM Video LeftHorizontal size1
Saya, pertama kali melihat secara langsung BlackBerry Z30, ketika sedang berada di Hong Kong dan mengikuti helatan BlackBerry Jam Asia di akhir September 2013. Ketika mengenggam BlackBerry Z30, saya langsung jatuh cinta terhadap crafting dari Z30 yang sangat terasa kelas premiumnya. Spesifikasinya juga sejajar dengan produk flagship para kompetitornya. Dan ini adalah BlackBerry 10, yang punya kemampuan wahid urusan messaging dan email, operating system yang fluid, aplikasi aplikasi yang mumpuni untuk kegiatan sehari hari, kamera yang patut dipujikan. Namun sayang, kantong saya belum mampu untuk membeli produk flagship sekelas BlackBerry Z30. Produk flagship dari pabrikan smartphone, selalu mempunyai harga yang sangat premium.

Kesempatan selalu menghampiri orang orang yang sabar dan banyak teman. Beberapa hari yang lalu, saya diberikan info oleh salah seorang kenalan, mengenai keberadaan sebuah kuis yang menyediakan kesempatan untuk mendapatkan BlackBerry Z30. Hari gini dapat Z30 gratis siapa yang gak mau. Saya mendapatkan info bahwa operator telco yang punya warna identik biru tersebut, XL, sedang mengadakan kuis XlaluRame di situs ini.

Iseng saya mengikuti kuisnya dan mendapatkan info bahwa hadiah utamanya adalah BlackBerry Z30, plus juga terdapat hadiah harian yang tidak kalah menarik. Hadiah mulai dari tongsis, powerbank, voucher pulsa dan flash disk. Namun sayang, karena mungkin jari saya sudah mulai tremor, skor belum bisa menembus lebih dari 150. Skor yang terbilang rendah untuk menang kuis harian. πŸ˜€

Penasaran dengan paketnya, saya coba klik laman ini dan mendapatknya bahwa paket BlackBerry Z30 sangatlah menarik. Bundling paket datanya juga termasuk bundling layanan telepon dan sms. Lebih gokil lagi kalau beli BlackBerry Z30 XL dengan paket prabayar, kuota internetnya 72GB per bulan. Macan!

Patut diakui bahwa inovasi XL patut dipujikan dan sejak memakai layanan data XL di tahun 2006, saya belum pernah mengalami kendala yang sangat major. XL selalu memenuhi ekspektasi saya, meskipun dalam keadaan layanan sedang mengalami gangguan yang paling rendah skala servicenya. Bahkan beberapa tahun ini, saya rasakan XL semakin responsif untuk mendengarkan konsumennya. Kanal untuk mendengarkan masukan dari konsumen di ranah digitalnya; Facebook, Twitter @xl123, YouTube dan beberapa akun sosial media lainnya makin membuat XL cepat merespon suara konsumen.

Jadi, apakah sampeyan siap ber LTE dengan BlackBerry Z30? Saya sih siap.

catatan: gambar diunduh dari sini dan sini.