Archives For gadget

Peluncuran produk Samsung segmen flagship selalu banyak menyita perhatian media. Maklum saja, sejak beberapa tahun terakhir, Samsung menjadi salah satu pabrikan smartphone yang cukup diperhitungkan dan menduduki 3 besar di dunia. Bahkan, dalam brand value, Samsung juta berada di 3 besar, mengekor kedudukan Aplle dan Google. Brand value Samsung menurut report yang dikeluarkan Brand Finance, sebuah perusahaan dari Inggris pada 14 Maret 2016, menyatakan bahwa Samsung mempunyai brand value senilai US$ 83.2 milliar. Ya kalau dikurs flat 10,000 rupiah per dollar sih jatuhnya nilai brandnya 830,2 trilyun rupiah. Banyak ya? Iya~

Perkara produk flagship alias papan atas, selalu jadi semacam perang imaji dan teknologi. Pasti di produk flagship para pabrikan berlomba untuk menyematkan teknologi dan fitur terbaru yang belum bersifat massal. Baik dari sisi desain, sistem operasi maupun dari sisi konten tambahan. Nah, bolehlah kita cek-cek ombak, apa saja sih fitur dan teknologi yang cukup maut disematkan di dalam produk Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE ini.

  1. Mendukung gaya hidup aktif.

Hmmm, apa neh law leh tw? Halah, bahasanya kok jadi kayak anak jaman sekarang. Oke, jadi gini, maksudnya dari mendukung gaya hidup aktif adalah Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE tahan air. Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE didisain tahan terhadap terpaan bahkan tercelup air. Terendam gimana? Jangan kuatir, tahan kok. Beberapa blogger mengeksplorasi kemampuan Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE dengan memvideokannya. Salah satunya bisa cek ke konten ini.

 

  1. Kembalinya slot memory card.

Ya, di edisi Samsung Galaxy S6, Samsung menghilangkan kemampuan untuk menambahkan memory card tambahan ke dalam smartphone. Sebuah hal yang bikin banyak orang mengeluh. Nah, di edisi Samsung Galaxy S7, kemampuan untuk menampung memory card dimunculkan kembali dan ditambahkan kemampuan sampai bisa menangani memory card 200GB. Warbiyasak!

 

  1. Baterai yang warbiyasak.

Nah, perkara baterai adalah permasalahan yang dihadapi banyak para pemakai smartphone di kota-kota besar. Maklum, dengan gaya hidup yang serba mobile, semua-semua diakses merlalui smartphone, maka dibutuhkan sebuah smartphone yang punya kemampuan baterai yang sangat prima. Memang sih, banyak yang menenteng batt box sebagai asesoris tambahan, namun dengan peningkatan batt di smartphone sendiri adalah sebuah hal yang sanagat dihargai para konsumen smartphone. Ini semakin jadi pemanis yang diliat banyak pengguna smartphone. Di Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 EDGE ini, data tahan battnya diklaim naik 10% dibandingkan Samsung Galaxy S6. Meskipun cuman naik 10% namun imbasnya ke performa cukup terasa, karena secara operating system sendiripun sangat mengalami pembenahan yang berarti, plus penggunaan fitur lain yang hanya mengambil konsumsi baterai yang rendah, ujungnya ya tetap membikin Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 irit. Mari kita longok deh kemampuan baterai Samsung S7 EDGE yang diukur oleh GSM Arena.

gsmarena_001

GSM Arena Battery Test   –   from GSM Arena.

Oh iya, sekedar info, Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 EDGE memiliki dua varian, yang beda di unit prosesornya; ada yang disematkan dengan Snapdragon 820 dan ada yang disematkan dengan Exynos E8890.

 

  1. TouchWiz yang mejik.

TouchWiz adalah teknologi sentuh UI/UX yang dikembangkan oleh Samsung. Nah, di edisi Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 EDGE, banyak ulasan yang mengemukakan hal yang sama; TouchWiz yang sekarang lebih berestetika. Salah satu hal yang diulas adalah pergantian warna di area notifikasi yang berganti warna ke putih dengan latar belakang yang sedikit menonjol. Lebih terlihat bersih dan nyaman di mata dibandingkan dengan warna sebelumnya yang biru muda. Pun, masih ada beberapa pengembangan yang cukup besar di sisi TouchWiz ini.

Jadi, apakah saya ingin memakai Samsung Galaxy S7 atau Samsung Galaxy S7 EDGE tersebut? Jawabannya sih tergantung, tergantung di mana saya bisa mendapatkan Samsung Galaxy S7 dengan asyik. Nah, kayaknya sih salah satu cara untuk mendapatkan Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE dengan asyik ya ikuti aja salah satu lomba Samsung Galaxy S7 blog competition. Silahkan dipublish secepatnya ya gaes, soalnya sebentar lagi bakalan berakhir. Tapi saya sih yakin, meskipun tinggal beberapa hari lagi, masih ada kesempatan untuk bikin blog bagus mengenai Samsung Galaxy S7. Untuk lebih jelasnya cek di tautan berikut http://goo.gl/z5xMdV

Saya sih, kayaknya ikutan juga.. Ihik 😀

Jikalau saya berbagi info mengenai Xiaomi Redmi 2, nampaknya bakal terkesan basi banget. Karena memang yang mengulas secara mendetail dan oke banget dibandingkan saya, yang hanya pengguna hore ini, sudah banyak sekali. Kalau memang perlu ulasan lengkap mengenai Xiaomi Redmi 2 bisa mampir ke sini, sini dan ke sini. Dijamin puas banget!

Nah, karena saya adalah pengguna yang sebenarnya, bukan pengguna gadungan, maka saya hanya menyampaikan pengalaman memakai Xioami Redmi 2 selama beberapa pekan terakhir, dan kebetulan pula menggunakan Xiaomi Redmi 2 tersebut sebagai salah satu device utama.

Dari beberapa pekan terakhir memakai Xiaomi Redmi 2, maka ditariklah sebuah kesimpulan, setidaknya ini bisa mewakili pertanyaan sebagian besar pengguna awam, kenapa harus memakai Xiaomi Redmi 2.

Gini jawabannya:

  1. Android yang keren: Keren? Ah masa? Dari sisi apa? Hardware? Software? Kalau saya bilang sih keutamaan Xiaomi di kelasnya adalah software dan hardwarenya. Memakai ROM terkini dari Xiaomi yang bernama MIUI6 maka dijamin kenikmatan pengguna awam makin asoy. Apa sih keutamaan MIUI6, sebuah operating Xiaomi berbasis Android? Banyak!
  • Themes: Banyak mungkin yang mencibir, apa sih pentingnya theme? Bagi saya penting banget, bahkan karena theme inilah istri dan anak saya langsung jatuh cinta dengan Xiaomi ketika saya sodorin produknya, istri saya memakai Mi3 dan anak saya memakai Xiaomi Redmi 1s. Theme membikin kita gak bosen dengan tampilan yang ada, bisa mengganti dengan 5000 theme yang disediakan oleh MIUI Theme Store. Mudah banget malah, tinggal pilih, klik download dan pasang.
  • UI yang cantik: Kalau boleh ngomong, MIUI ini makin mirip dengan iOS. Hal hal detail dipikirkan, salah satu contoh adalah kalau kita mendelete sebuah aplikasi, tinggal tahan, drag and drop ke icon tempat sampah dan kemudian ada efek berkeping keping aplikasinya. Remeh namun berarti. Hal kecil detail seperti ini, memanjakan mata dan juga membuat pengalaman berinteraksinya makin asyik.
  • Memory Managemen: Memory managementnya makin asyik, terbukti dengan kinerja smartphone yang tetap dapat diandalkan meskipun memory RAM 1GB. Saya ndak pernah mengalami hal hal yang bikin bete, untuk smartphone di kelasnya yang bermemory 1GB maka Xiaomi Redmi 2 sangat dapat diandalkan.
  1. Ada radionya: Bagi saya hal ini sangat penting, karena saya adalah seorang komuter yang menggunakan beragam moda transportasi, kadang perlu sesuatu untuk informasi cepat ataupun pembunuh kesepian selama di jalan. Dan tak ada yang bisa menghantarkan informasi secara instan dan pembunuh sepi selain radio. Nah, dengan fitur radio yang ada ini, bukan radio online streaming, bikin saya makin mudah dan tentunya juga menghemat kuota karena tak perlu streaming.
  2. Kamera yang kece: Iya, kameranya kece banget, baik kamera depan maupun belakang. Kamera depan otomatis tersemat fitur beautify yang membikin kecanduan selfie. Dan kamera belakang punya fitur HDR yang sangat patut dipoedjieken. Oh iya, saya suka banget dengan fitur pendeteksi umur di Xiaomi Redmi 2 ini, yang tersemat di kamera depannya. Saya dianggap berumur 25 tahun! Padahal ya jauh dari itu. Makin suka! 😀
  3. Ukuran layar 4.7”: Hal ini adalah salah satu hal yang membuat saya jatuh cinta dengan Xiaomi Redmi 2. Dengan ukuran 4.7” sangat pas di tangan saya dan tidak kegedean pun tidak kekecilan. Dengan ukuran tersebut saya bisa menggunakan smartphone dengan satu tangan.
  4. Support Aplikasi HRM: Nah, sebagai pelari dan pelaku gaya hidup sehat, saya suka banget cek Heart Rate Beat saya, nah dengan Xiaomi Redmi 2 ini, kalian tinggal install aplikasi untuk cek Heart Rate, saya menggunakan Runtastic Heart Rate Pro, dan bekerja dengan sempurna. Waktu saya menggunakan Xiaomi Redmi 1s, hal ini tidak terjadi.
  5. Dual SIM: fitur ini sebenarnya terlalu killer untuk smartphone kelas Xiaomi Redmi 2, namun fitur ini makin membuat Xiaomi Redmi 2 dilawan oleh para brand smartphone lain sekelasnya. Dual SIM 4G/4G yang sempat bikin saya bengong dan cuman berkomentar, gokil. Iya 4G keduanya nyala. Dan bisa digonta ganti dengan mudah ingin memakai koneksi data yang mana.

Oh iya, saya tampilkan beberapa hasil jepretan kamera Xiaomi Redmi 2, hampir sebagian besar saya ambil dengan mode HDR. Juga saya tampilkan hasil screen shot bahwa saya dideteksi berumur 25 tahun oleh Xiaomi Redmi 2 ini. 🙂

Hal itulah yang memutuskan saya untuk menggunakan Xiaomi Redmi 2 sebagai device utama. Menemani Redmi Note yang sebelumnya telah saya gunakan beberapa bulan ini. Entah produk Xiaomi apalagi yang bakalan saya gunakan, tunggu tanggal mainnya aja. 🙂

Di dalam Bahasa Jawa ada pameo,” ono rego ono rupa”. Maksudnya adalah; ada harga, ada kualitas. Meskipun kasualitas dalam pameo ini tak selamanya benar, namun mayoritas menyajikan bukti bahwa pameo itu cukup sahih di dunia yang terbilang fana ini.

Saya pribadi adalah penikmat segala jenis musik. Dari mulai musik klasik, rock, pop, dangdut bahkan musik daerah. Bagi saya musik adalah sebagian dari nafas kehidupan. 🙂

Beberapa saat yang lalu, saya berkesempatan untuk diberikan waktu beberapa minggu untuk mencoba salah satu produk Audeze, yaitu Audeze LCD-X. Perlu saya sampaikan, saya bukanlah audiophile kelas berat, pengalaman saya hanyalah pernah mencoba beberapa headphone kelas menengah. Belum pernah mencoba headphone yang tergolong kelas atas.

Pertama kali menerima barangnya lengkap dalam boks, saya cukup kagum dan berkomentar dalam hati,”oh begini toh paket kemasan headphone serius”. Boks yang saya terima tidaklah main main, lebih mirip kemasan tool box. Namun lebih fancy.

Penampakan boks Audeze LCD-X

Penampakan boks Audeze LCD-X

Pengalaman unboxing Audeze LCD-X cukup menghebohkan. Saya belum pernah unboxing sebuah headphone seserius ini. Biasanya hanyalah box biasa yang fancy, ukuran kecil, dibungkus kulit, dll. Belum pernah menemukan sebuah headphone yang dibungkus dalam sebuah box. Di dalam box tersebut terdapat, unit headphone, 2 kabel jack ukuran besar dan kecil, plus sertifikat keaslian. Untuk kabel jacknya jangan kuatir, yang kecil bisa langsung dicolok ke smartphone.

Unit headphone, 2 kabel jack dan sertifikat keaslian.

Unit headphone, 2 kabel jack dan sertifikat keaslian.

Secara pembuatan, Audeze LCD-X ini patut diacungi jempol. Kualitas padding dan cover sangat lembut dan nyaman. Padnya ketika ditempelkan di telinga, menyajikan ruang yang lega dan sangat nyaman. Seluruh cuping telinga terbenam dalam pad. Rasanya lembut dan sangat nyaman. Ketika dipakai, rasa yang pertama muncul adalah; semua fit tak ada yang longgar, mencengkeram namum nyaman.

Seperti yang telah jadi rahasia umum di kalangan penikmat headphone, bahwa Audeze mengusung teknologi planar di dalam headphonenya, yang sampai saat ini dianggap sebagai teknologi yang dapat menyuguhkan kualitas suara yang sangat tinggi. Planar headphone yang juga dikenal dengan sebutan orthodynamic adalah headphone yang menggunakan teknologi yang mirip dengan headphone elektrostatik, dengan beberapa perbedaan mendasar. Driver othodynamic terdiri dari membran yang relatif besar tergantung di antara dua set magnet. Headphone planar karena menggunakan magnet, maka ukurannya relatif besar, tidak handy.

Untuk ukuran LCD-X ini, menurut beberapa sumber yang ada menyebutkan sekitar 600 gram. Dengan berat seperti itu dan kualitas pembuatan yang prima, rasanya headphone tersebut nempel dengan kokok dan nyaman. Meskpun terkesan bulky, namun kualitas suara yang dihasilkan patoet diacungi 2 jempol. Hasil pengujian dengan menggunakan beberapa jenis musik, menunjukkan bahwa pameo ada harga ada rupa, dan bahwa planar headphone itu patoet dipoedjikan, adalah benar adanya.

Saya memulai pengujian dengan menggunakan lagu klasik cita rasa lokal hasil gubahan Addie MS di dalam albumnya yang berjudul The Sounds of Indonesia. Manuk Dadali yang saya dengarkan terasa megah, berkualitas, alami. Semua karakter suara dari alat musiknya keluar dengan kesan alami dan sangat megah. Ruang di dalam kuping mengantarkan sebuah rasa seolah olah saya mendengarkan langsung di gedung konser. Tak terasa saya ulang lagu Manuk Dadali tersebut berkali kali saking terbuainya.

Saya lakukan pengujian dengan beberapa cara, sambil duduk, jalan, bahkan tiduran di sofa. Dengan kualitas pembuatan yang prima, headphone Audeze LCDX tersebut tak ada kesan longgar, menempel dengan kokoh dan nyaman. Bahkan saya sempat ketiduran sejenak di sofa saking nyamannya mendengarkan lagu Bengawan Solo yang mendayu dayu. Seperti di awal tulisan, pameo mengenai ada harga ada rupa seperti cocok disematkan di headphone ini. Dengan bandrol harga yang gak main main, dua puluhan juta rupiah, maka headphone ini masuk ke kategori penikmat serius atau hobbyist yang memang punya dana lebih untuk menjadikan Audeze LCDX ini koleksinya. Toh, kalaupun saya ada uang lebih, dapat dipastikan akan membeli headphone ini. Karena memang kenyamanan itu ada harganya. ☺

Oh iya, saya ingin ucapkan terimakasih kepada Headfonia store karena telah memberikan saya kesempatan untuk mencoba headphone ini. Saya gak sabar ingin mencoba headphone lainnya. ☺