Lebih Baik Berdua Daripada Sendirian, Makanya Pake GrabHitch.

April 12, 2017 — Leave a comment

Sebelum saya membahas lebih jauh mengenai GrabHitch, izinkanlah saya menguliti sedikit mengenai kenapa lebih baik berdua daripada sendirian. Di pemahaman saya, segala hal di dunia ini mayoritas selalu dalam kondisi yang berpasangan. Baik – buruk, suka – duka, kiri – kanan, atas – bawah, bahkan kalau mau melihat ke diri sendiri, banyak organ tubuh (kalau tidak mau dikatakan mayoritas) yang diciptakan dalam kondisi berpasangan. Kalau mau dilihat lebih lanjut, organ tubuh yang terlihat tunggalpun, dibangun dari sub organ yang berpasangan. Jadi, kondisi jomblo karena terpaku dengan idiom we fall in love with people we can’t have adalah sebuah kondisi menegasikan suratan alam. Eh tapi, ini sih kata Cak Uding, entah Mas Anang.

Lupakan prolog lebay saya yang mungkin bikin anda semua muntah pelagi dan mimisan kacang. Namun untuk menghadapi kondisi hidup sekarang, yang katanya zaman makin modern, zaman makin terlipat oleh keadaan, zaman makin tak ada batasan oleh internet, maka kita harus bertindak dan berperilaku yang agak lebay sih. Agak lebay dalam arti merombak segala kebiasaan yang zaman dahulu, yang mungkin sudah tak sesuai dengan semangat kehidupan zaman sekarang.

10 Tren di Tahun 2017.

Sekitar pekan kemarin, saya sempat menghadiri sebuah acara teknologi yang di situ kemudian saya mendapatkan beberapa insight, salah satunya mengenai tren terkini di tahun 2017 yang bakalan menghinggapi segenap laku hidup umat manusia. Ahzeg.

Long story short daripada saya bercerita mengenai teknologi terbaru di meetup tersebut, saya rangkumkan saja 10 tren yang akan ada dan makin berkembang di tahun 2017, sebagai berikut:

  • Penggunaan Masif Artificial Inteligence: Di mana-mana, otak itu memang adalah sumber dari segala sumber aktivitas, bahkan aktivitas berbasis internetpun juga perlu otak cerdas. Nah, dengan perkembangan teknologi dan internet yang semakin membuat dunia serasa terlipat, maka penggunaan AI untuk mengkoordinasi semua aktivitas manusia berbasis teknologi makin menjadi sebuah kebutuhan. Mayoritas seluruh fitur kemudahan yang diciptakan dan digemari oleh manusia modern berbasis internet, sebagian besar menggunakan penerapan teknologi AI.
  • IoT Yang Makin Digemari: Saya jadi ingat, sekitar beberapa tahun yang lalu ketika beberapa teman memulai project IoT nya, saya hanya bisa melirik dengan iri, karena saya belum punya project berbasis IoT. Yha, dalam hati dan pikiran terdalam, saya melihat bahwa IoT is the new black. Bagaimana mengorkestrasi sebuah keterhubungan dan keharmonisan antar alat teknologi yang dapat membatu kehidupan manusia, dengan mengoptimalkan waktu, tenaga, pikiran yang ada. Contoh kecil, dengan penerapan teknologi IoT, kita bisa memerintahkan coffe maker di rumah untuk bikin kopi ketika kita sudah mendekati rumah.
  • Mobil Otomatis: Mobil semakin terintegrasi dengan teknologi, penggunaan AI dan IoT menjadikan mobil semakin aman baik bagi penumpang maupun bagi pengguna jalan lainnya (pejalan kaki, pengendara motor dll).
  • Bodies Out Of Sync: Makin seringnya penggunaan VR dan hal-hal otomatis lainnya, motion sickness makin meningkat.
  • Paradoks Keamanan dari Smart Device: Semakin umumnya dan semakin bergantungnya para konsumen zaman sekarang terhadap smart device, sisi keamanan agak diabaikan. Semuanya diserahkan total kepada smart device.
  • Social Silo: Orang-orang membanjiri sosial media, dan semakin umum orang hanya berkumpul dan berkoneksi dengan orang-orang yang sesuai dengan pemahaman dan keyakinan sejenis. Makin sering terjadi clash antar keyakinan di sosial media.
  • Augmented Personal Reality: Penggunaan AR mengalami perkembangan, zaman dulu AR hanya bersifat terbatas, di zaman ini AR dipakai untuk mengkustomisasi para konsumen dalam melihat hal-hal di sekitarnya menjadi lebih hidup.
  • The Privacy Divide: Di zaman internet ini, orang makin terhubung, dan privacy dianggap tak ada lagi.
  • Big Tech For All: Hal ini agak menjadi paradok, Internet telah memecah dunia semakin kecil, semakin terlipat. Banyak usaha muncul yang 10 tahun lalu belum ada. Insitusi bisnis makin kecil-kecil, bergerak cepat dan rancak. Namun dalam beberapa tahun belakangan, makin gencar akuisisi perusahan internet dan teknologi, dan akhirnya muncul para pemain besar.

Kenapa sih ngomong mengenai tren 2017 ini, ya biar asyik aja sih. Nggak, nggak. Ini semacam memberikan ‘fondasi’ bahwa kenapa sih di tahun 2017 ini di Indonesia, khususnya di kota besar semacam Jakarta, ride sharing semacam GrabHitch adalah sebuah jawaban terhadap rumput yang bergoyang. Halaaah. Merujuk ke perkembangan AI, IoT, Social Silo, Big Tech For All, maka rideshare adalah sebuah kebutuhan. Orang ingin bertransportasi makin mudah, cepat, aman. Orang ingin bertransportasi gak semata-mata memindahkan diri sendiri ke satu tempat dan ke tempat lainnya, juga ingin agar sisi waktu, uang dan tenaga dapat dioptimalisasikan dengan maksimal.

Ridesharing, salah satu solusi transportasi.

Sejak beberapat tahun belakangan, perbincangan mengenai ridesharing sedang hype banget. Bahkan beberapa bulan belakangan jadi semacam kontroversi dan perdebatan hangat di kanal sosial media. Binatang apakah ridesharing itu, sejatinya rideshare adalah sebuah tren yang mengoptimalkan slot kosong pengendara di kendaraan pribadi. Jadi yang ke kantor naik motor sendirian, setidaknya ada temannya berdua sekaligus mengurangi biaya bensin. Kalau ditarik lebih jauh, ridesharing itu banyak manfaatnya dibandingkan mudharatnya, yaitu:

  • Mengurangi kemacetan: Dari sebuah studi MIT, penerapan ridesharing dalam sebuah rencana transportasi kota, dapat mereduksi kemacetan dengan signifikan, 75%. Meskipun studi ini berbasis carpooling, namun saya percaya, dengan tipe ridesharing lainpun hasilnya tetap dapat mereduksi kemacetan dengan signfikan. Detail studinya bisa dilongok di sini
  • Mengurangi emisi gas buang: Emisi gas buang adalah sisa pembakaran bahan bakar. Nah emisi gas buang ini yang ditengarai merusak ozon, jadi kalau kita ikut menyukseskan ridesharing, berarti ikut aktif mengurangi polusi. Ahzeg.
  • Optimalisasi nilai ekonomis kendaraan: Kebayang kan kalau seumpama motor yang seharusnya dipake berdua, cuman dipake sendirian aja? Boros di ongkos. Lebih enak kan pakai motor ada temannya, ongkos transportasi ditanggung dua orang. Murah.

Masih banyak lagi hal-hal baik yang kalau dijembrengin pasti lebih dari 20 halaman. Intinya sih, transportasi berbasis ridesharing itu bikin enak semuanya; yang punya kendaraan, yang jadi teman nebeng, pemerintah, aktivis lingkungan, dan sebagainya.

GrabHitch itu ‘silaturahmi’ berbasis transportasi.

Grab sudah hadir di Indonesia kalau gak salah ingat sekitar akhir 2015. Nah, dengan perkembangan transportasi berbasis ridesharing di Indonesia yang semakin pesat, baru-baru ini Grab melengkapi layanannya dengan GrabHitch. Apa sih GrabHitch itu? GrabHitch adalah fitur terbaru dari Grab yang mempertemukan antara pemilik kendaraan dengan penumpang yang memiliki tujuan sama dan terjadwal. Apa bedanya dengan fitur Grab lain seperti Grab Car atau Grab Bike? Bedanya adalah sebagai berikut:

  • Memperluas Silaturahmi: Karena ini sifatnya nebeng, maka yang menjadi penumpang GrabHitch adalah Teman Tebengan. Maka berbeda dengan penumpang ojek seperti biasa, maka penumpang GrabHitch adalah teman, secara hubungan lebih intim, lebih dekat. Jadi, beda dengan Grab Bike, yang memang ojek seutuhnya. Selain itu, kita akan bertemu teman-teman baru. Pun, kalau fokus mengenai keamanan, kita bisa menyetel agar hanya jadi Teman Tebengan yang gendernya sejenis. Kalau seiman sih belum bisa. Halaaah.
  • Harga Terjangkau: Poin ini masih erat kaitannya dengan yang di atas, ya karena emang sifatnya teman, ya jadi harga terjangkau. Harga teman, pasti lebih baik. Boleh cek toko sebelah.
  • Mengurangi Polusi: Ya ini jelaslah, kalau kita bawa motor sendiri-sendiri, ya gas yang dibuang untuk mengikis ozon tambah banyak. Beda kalau mengendarai motor ada penumpangnya, ya setidaknya yang mengikis ozon kurang satu motor. Coba bayangkan kalau hal ini direplikasi sampai 5000 motor, banyak kan?
  • Mengurangi Kemacetan: Selaras dengan poin mengurangi polusi, hal ini kalau diaplikasikan kepada 10,000 motor, maka akan mereduksi 5,000 motor. Kurang 5,000 motor di jalanan itu bisa bikin lega jalan loh. Suer.

Menurut saya, fitur GrabHitch ini adalah fitur keren yang cocok bagi orang-orang millennial. Millennial dan Gen Y adalah konsumen yang hidup dalam dunia internet, yang punya psikologi lebih open, terbuka, gampang beradaptasi, gampang terhubung dengan teman baru. Jadi menurut saya, kalau memang selama ini kalau ke kantor lebih banyak sendirian nyetir motor, gak ada salahnya mulai daftar GrabHitch agar bisa terkoneksi dengan teman baru, kenalan baru, membuka jaringan silaturahmi baru. Kalau mau tau detail mengenai GrabHitch sih bisa mampir ke sini https://bit.ly/GrabHitchID

Jadi, jangan takut dengan jebakan we fall in love with people we can’t have. Kalau kita pakai fitur GrabHitch, jatuh cinta bisa berkali kali. Jadi siapa nih yang mau jadi Teman Tebengan aku?  Halah….

No Comments

Be the first to start the conversation!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s