Qualcomm Snapdragon Chipset, Otaknya Ponsel Cerdas Yang Cerdas

March 7, 2015 — 1 Comment

Persinggungan kita semua dengan produk Qualcomm sebenarnya telah lama terjadi. Qualcomm adalah salah satu perusahaan yang ikut membangun teknologi di bidang selular. Saya pribadi, mengetahui bahwa Qualcomm adalah salah satu pemain kunci dan pemegang hak paten yang cukup banyak di teknologi selular 3G dan LTE yang saat ini sedang ngetren. Di Teknologi 3G, Qualcomm bersama Nokia dan LG adalah pemegang paten mayoritas, lebih dari 43 persen. Di dunia 4G atau LTE, LG dan Qualcomm adalah pemegang paten mayoritas. LG dan Qualcomm sendiri memegang hak paten mayoritas sebanyak 44% dari seluruh paten teknologi 4G. Jadi dapat dipastikan tidak ada smartphone yang menggunakan teknologi 3G sampai LTE yang tidak menggunakan paten teknologi keluaran Qualcomm.

Di bidang prosesor mobile, Qualcomm mempunyai sebuah platfom mobile systems on chip bernama Snapdragon. Platfom ini digunakan di smartphones, tablet, dan komputer bergenre smartbook. Mayoritas prosesor Snapdragon telah mendukung video beresolusi HD, dengan variasi resolusi 720p sampai 1080p tergantung dengan tipe prosesor. Dibandingkan dengan prosesor mobile lainnya, Snapdragon bagi banyak kalangan dianggap mempunyai keunggulan karena modem untuk komunikasi selularnya telah terintegrasi, jadi tidak perlu ada ekternal modem selular di dalam PCB. Bahkan sejak generasi Snapdragon S4 yang dirilis di pasaran sejak 2012, Qualcomm mengintegrasikan fitur fitur WiFi, GPS/GPLONASS dan Bluetooth basebands secara langsung. Integrasi ini, secara langsung mempunyai efek kepada kinerja prosesor yang lebih efisien dan lebih hemat dalam menggunakan daya listrik.

Snapdragon logo

Snapdragon logo

Kita, terkadang kurang memperhatikan mengenai produsen dan tetek bengek mengenai chip jantung proses di seluruh alat canggih yang digunakan, besutan perusahaan teknologi dari belahan bumi mana dan siapakah. Namun, sejak lama saya suka memperhatikan, menelisik, dan ingin tahu lebih lanjut mengenai jantung prosesor seluruh alat canggih yang saya pakai. Karena bagi saya, bagian paling penting dari sebuah alat canggih teknologi, adalah bagian yang paling tidak bisa diliat oleh kasat mata namun berefek langsung kepada kinerja, yaitu prosesor. Tak terlihat namun sangat penting. Begitu pula ketika banyak saya mulai melirik pabrikan smartphone di luar Apple.

Hampir sebagian besar smartphone berbasis operasi Android yang segmennya premium, saat ini menggunakan prosesor Snapdragon. Waktu saya ingin mencoba Xiaomi mi4 pun, saya tergoda karena pengunaan Snapdragon 801 di dalam lini produk Xiaomi yang flagship alias premium. Jelaslah tergoda, dengan Snapdragon 810 yang tergolong premium, namun harganya cukup kompetitif.

arsitektur snapdragon 801

Melihat paparan Snapdragon 801 tersebut, rasanya sukar untuk menolak agar tak berusaha menggunakannya. Terutama dukungan LTE, yang bagi sebagian masyarakat penikmat teknologi awal di Indonesia dianggap barang yang sedang tren untuk dicoba. Juga layak diperhatikan dukungan Snapdragon 801 untuk penggunaan konten video UHD, Ultra HD. Yang nampaknya jadi kode tersendiri, yang patut diperhatikan, bagi para pembuat konten video di masa yang akan datang.

Bagi para pengguna smartphone saat ini dan masa depan, ada fitur yang dianggap paling penting, adalah pemrosesan terhadap konten multimedia. Di jaman yang serba cepat ini, orang lebih nyaman ketika mengolah informasi apapun dalam bentuk visual; foto dan video. Beberapa riset menyodorkan bahwa manusia lebih cepat mengolah informasi yang bentuknya visual dibandingkan dengan teks. Otak manusia lebih efisien mengolah informasi yang visual dibandingkan informasi yang bersifat teks. Maka dari itu, sekarang sangat menjamur informasi yang dikemas dalam bentuk infographic dan video singkat. Para penyedia konten dan para brand banyak menggunakan konten yang sangat kaya di visual. Penggunaan streaming video mulai menaik. Akses ke media sosial yang berbasis foto juga semakin jamak dilakukan. Semua aktivitas tersebut tentulah mendukung penggunaan prosesor yang harus mumpuni.

Mengamati perkembangan prosesor di alat canggih smartphone dan juga perkembangan konten di masa yang akan datang, nampaknya pemilihan sebuah alat canggih yang mumpuni untuk memproduksi bermacam konten visual adalah hal yang patut jadi pemikiran tersendiri. Saat ini, hampir semua bentuk smartphone dan tablet terbilang seragam. Fitur seragam, kemampuan seragam karena prosesor dan teknologi yang ditanamkan di dalamnya hampir sejenis. Jadi kalau ditanya harus memakai smartphone produksi mana? Saya sih selalu bilang, smartphone yang ada prosesor Snapdragon-nya. 😀

Beberapa bulan ini saya sempat tertarik dengan produsen pabrikan Oppo. Utamanya produk Oppo Smartphone yang menyuguhkan fitur kamera yang dapat diputar. Tentu, OPPO juga telah menggunakan prosesor Snapdragon. Nah, kemarin sempat browsing mengenai OPPO N3. Kemampuannya sebenarnya hampir setara dengan produk smartphone pabrikan lainnya. Namun yang menjadi ketertarikan tersendiri adalah penyematan kemampuan kameranya yang bisa diputar. Mungkin terkesan gak penting bagi anda. Namun bagi saya ini adalah sebuah pembeda yang cukup dapat menempatkan OPPO sebagai sebuah alat canggih yang sangat memperhatikan penggunanya dari segi kenyamanan dan kemampuannya untuk memproduksi konten yang bersifat visual. Dengan kamera yang dapat diputar tersebut, memproduksi konten semakin mudah, kontrol gampang, tak perlu ribet bolak balik kamera. Di OPPO N3 malah rotasi kameranya sudah menggunakan motor, jadi tinggal pencet muter sendiri.

Oppo N3 dengan kamera berotasi otomatis

Oppo N3 dengan kamera berotasi otomatis

Jadi, siapa nih yang mau ngasih smartphone berprosesor Snapdragon 801 dan punya kemampuan kamera berotasi? Eh 🙂

Trackbacks and Pingbacks:

  1. Kejutan Qualcomm, Nongol dengan Snapdragon 820 « rumahnya cak uding - March 30, 2016

    […] produk besutan Qualcomm. Pada awal tahun 2015, saya sempat mengulas sedikit mengenai Qualcomm; otaknya para ponsel cerdas. Merunut sejarah perusahaan; memang panjang dengan daftar paten, termasuk paten 4G. Namun di tahun […]

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s