Sebelum saya membahas lebih jauh mengenai GrabHitch, izinkanlah saya menguliti sedikit mengenai kenapa lebih baik berdua daripada sendirian. Di pemahaman saya, segala hal di dunia ini mayoritas selalu dalam kondisi yang berpasangan. Baik – buruk, suka – duka, kiri – kanan, atas – bawah, bahkan kalau mau melihat ke diri sendiri, banyak organ tubuh (kalau tidak mau dikatakan mayoritas) yang diciptakan dalam kondisi berpasangan. Kalau mau dilihat lebih lanjut, organ tubuh yang terlihat tunggalpun, dibangun dari sub organ yang berpasangan. Jadi, kondisi jomblo karena terpaku dengan idiom we fall in love with people we can’t have adalah sebuah kondisi menegasikan suratan alam. Eh tapi, ini sih kata Cak Uding, entah Mas Anang.

Lupakan prolog lebay saya yang mungkin bikin anda semua muntah pelagi dan mimisan kacang. Namun untuk menghadapi kondisi hidup sekarang, yang katanya zaman makin modern, zaman makin terlipat oleh keadaan, zaman makin tak ada batasan oleh internet, maka kita harus bertindak dan berperilaku yang agak lebay sih. Agak lebay dalam arti merombak segala kebiasaan yang zaman dahulu, yang mungkin sudah tak sesuai dengan semangat kehidupan zaman sekarang.

10 Tren di Tahun 2017.

Sekitar pekan kemarin, saya sempat menghadiri sebuah acara teknologi yang di situ kemudian saya mendapatkan beberapa insight, salah satunya mengenai tren terkini di tahun 2017 yang bakalan menghinggapi segenap laku hidup umat manusia. Ahzeg.

Long story short daripada saya bercerita mengenai teknologi terbaru di meetup tersebut, saya rangkumkan saja 10 tren yang akan ada dan makin berkembang di tahun 2017, sebagai berikut:

  • Penggunaan Masif Artificial Inteligence: Di mana-mana, otak itu memang adalah sumber dari segala sumber aktivitas, bahkan aktivitas berbasis internetpun juga perlu otak cerdas. Nah, dengan perkembangan teknologi dan internet yang semakin membuat dunia serasa terlipat, maka penggunaan AI untuk mengkoordinasi semua aktivitas manusia berbasis teknologi makin menjadi sebuah kebutuhan. Mayoritas seluruh fitur kemudahan yang diciptakan dan digemari oleh manusia modern berbasis internet, sebagian besar menggunakan penerapan teknologi AI.
  • IoT Yang Makin Digemari: Saya jadi ingat, sekitar beberapa tahun yang lalu ketika beberapa teman memulai project IoT nya, saya hanya bisa melirik dengan iri, karena saya belum punya project berbasis IoT. Yha, dalam hati dan pikiran terdalam, saya melihat bahwa IoT is the new black. Bagaimana mengorkestrasi sebuah keterhubungan dan keharmonisan antar alat teknologi yang dapat membatu kehidupan manusia, dengan mengoptimalkan waktu, tenaga, pikiran yang ada. Contoh kecil, dengan penerapan teknologi IoT, kita bisa memerintahkan coffe maker di rumah untuk bikin kopi ketika kita sudah mendekati rumah.
  • Mobil Otomatis: Mobil semakin terintegrasi dengan teknologi, penggunaan AI dan IoT menjadikan mobil semakin aman baik bagi penumpang maupun bagi pengguna jalan lainnya (pejalan kaki, pengendara motor dll).
  • Bodies Out Of Sync: Makin seringnya penggunaan VR dan hal-hal otomatis lainnya, motion sickness makin meningkat.
  • Paradoks Keamanan dari Smart Device: Semakin umumnya dan semakin bergantungnya para konsumen zaman sekarang terhadap smart device, sisi keamanan agak diabaikan. Semuanya diserahkan total kepada smart device.
  • Social Silo: Orang-orang membanjiri sosial media, dan semakin umum orang hanya berkumpul dan berkoneksi dengan orang-orang yang sesuai dengan pemahaman dan keyakinan sejenis. Makin sering terjadi clash antar keyakinan di sosial media.
  • Augmented Personal Reality: Penggunaan AR mengalami perkembangan, zaman dulu AR hanya bersifat terbatas, di zaman ini AR dipakai untuk mengkustomisasi para konsumen dalam melihat hal-hal di sekitarnya menjadi lebih hidup.
  • The Privacy Divide: Di zaman internet ini, orang makin terhubung, dan privacy dianggap tak ada lagi.
  • Big Tech For All: Hal ini agak menjadi paradok, Internet telah memecah dunia semakin kecil, semakin terlipat. Banyak usaha muncul yang 10 tahun lalu belum ada. Insitusi bisnis makin kecil-kecil, bergerak cepat dan rancak. Namun dalam beberapa tahun belakangan, makin gencar akuisisi perusahan internet dan teknologi, dan akhirnya muncul para pemain besar.

Kenapa sih ngomong mengenai tren 2017 ini, ya biar asyik aja sih. Nggak, nggak. Ini semacam memberikan ‘fondasi’ bahwa kenapa sih di tahun 2017 ini di Indonesia, khususnya di kota besar semacam Jakarta, ride sharing semacam GrabHitch adalah sebuah jawaban terhadap rumput yang bergoyang. Halaaah. Merujuk ke perkembangan AI, IoT, Social Silo, Big Tech For All, maka rideshare adalah sebuah kebutuhan. Orang ingin bertransportasi makin mudah, cepat, aman. Orang ingin bertransportasi gak semata-mata memindahkan diri sendiri ke satu tempat dan ke tempat lainnya, juga ingin agar sisi waktu, uang dan tenaga dapat dioptimalisasikan dengan maksimal.

Ridesharing, salah satu solusi transportasi.

Sejak beberapat tahun belakangan, perbincangan mengenai ridesharing sedang hype banget. Bahkan beberapa bulan belakangan jadi semacam kontroversi dan perdebatan hangat di kanal sosial media. Binatang apakah ridesharing itu, sejatinya rideshare adalah sebuah tren yang mengoptimalkan slot kosong pengendara di kendaraan pribadi. Jadi yang ke kantor naik motor sendirian, setidaknya ada temannya berdua sekaligus mengurangi biaya bensin. Kalau ditarik lebih jauh, ridesharing itu banyak manfaatnya dibandingkan mudharatnya, yaitu:

  • Mengurangi kemacetan: Dari sebuah studi MIT, penerapan ridesharing dalam sebuah rencana transportasi kota, dapat mereduksi kemacetan dengan signifikan, 75%. Meskipun studi ini berbasis carpooling, namun saya percaya, dengan tipe ridesharing lainpun hasilnya tetap dapat mereduksi kemacetan dengan signfikan. Detail studinya bisa dilongok di sini
  • Mengurangi emisi gas buang: Emisi gas buang adalah sisa pembakaran bahan bakar. Nah emisi gas buang ini yang ditengarai merusak ozon, jadi kalau kita ikut menyukseskan ridesharing, berarti ikut aktif mengurangi polusi. Ahzeg.
  • Optimalisasi nilai ekonomis kendaraan: Kebayang kan kalau seumpama motor yang seharusnya dipake berdua, cuman dipake sendirian aja? Boros di ongkos. Lebih enak kan pakai motor ada temannya, ongkos transportasi ditanggung dua orang. Murah.

Masih banyak lagi hal-hal baik yang kalau dijembrengin pasti lebih dari 20 halaman. Intinya sih, transportasi berbasis ridesharing itu bikin enak semuanya; yang punya kendaraan, yang jadi teman nebeng, pemerintah, aktivis lingkungan, dan sebagainya.

GrabHitch itu ‘silaturahmi’ berbasis transportasi.

Grab sudah hadir di Indonesia kalau gak salah ingat sekitar akhir 2015. Nah, dengan perkembangan transportasi berbasis ridesharing di Indonesia yang semakin pesat, baru-baru ini Grab melengkapi layanannya dengan GrabHitch. Apa sih GrabHitch itu? GrabHitch adalah fitur terbaru dari Grab yang mempertemukan antara pemilik kendaraan dengan penumpang yang memiliki tujuan sama dan terjadwal. Apa bedanya dengan fitur Grab lain seperti Grab Car atau Grab Bike? Bedanya adalah sebagai berikut:

  • Memperluas Silaturahmi: Karena ini sifatnya nebeng, maka yang menjadi penumpang GrabHitch adalah Teman Tebengan. Maka berbeda dengan penumpang ojek seperti biasa, maka penumpang GrabHitch adalah teman, secara hubungan lebih intim, lebih dekat. Jadi, beda dengan Grab Bike, yang memang ojek seutuhnya. Selain itu, kita akan bertemu teman-teman baru. Pun, kalau fokus mengenai keamanan, kita bisa menyetel agar hanya jadi Teman Tebengan yang gendernya sejenis. Kalau seiman sih belum bisa. Halaaah.
  • Harga Terjangkau: Poin ini masih erat kaitannya dengan yang di atas, ya karena emang sifatnya teman, ya jadi harga terjangkau. Harga teman, pasti lebih baik. Boleh cek toko sebelah.
  • Mengurangi Polusi: Ya ini jelaslah, kalau kita bawa motor sendiri-sendiri, ya gas yang dibuang untuk mengikis ozon tambah banyak. Beda kalau mengendarai motor ada penumpangnya, ya setidaknya yang mengikis ozon kurang satu motor. Coba bayangkan kalau hal ini direplikasi sampai 5000 motor, banyak kan?
  • Mengurangi Kemacetan: Selaras dengan poin mengurangi polusi, hal ini kalau diaplikasikan kepada 10,000 motor, maka akan mereduksi 5,000 motor. Kurang 5,000 motor di jalanan itu bisa bikin lega jalan loh. Suer.

Menurut saya, fitur GrabHitch ini adalah fitur keren yang cocok bagi orang-orang millennial. Millennial dan Gen Y adalah konsumen yang hidup dalam dunia internet, yang punya psikologi lebih open, terbuka, gampang beradaptasi, gampang terhubung dengan teman baru. Jadi menurut saya, kalau memang selama ini kalau ke kantor lebih banyak sendirian nyetir motor, gak ada salahnya mulai daftar GrabHitch agar bisa terkoneksi dengan teman baru, kenalan baru, membuka jaringan silaturahmi baru. Kalau mau tau detail mengenai GrabHitch sih bisa mampir ke sini https://bit.ly/GrabHitchID

Jadi, jangan takut dengan jebakan we fall in love with people we can’t have. Kalau kita pakai fitur GrabHitch, jatuh cinta bisa berkali kali. Jadi siapa nih yang mau jadi Teman Tebengan aku?  Halah….

IMG_20160331_084515.jpg

Jika bicara mengenai teknologi smartphone terutama chipset, maka sangat pasti orang harus tahu mengenai Qualcomm. Kenapa saya dengan yakin ngomong harus tau? Karena Qualcomm lah produsen chipset mobile yang punya pangsa besar dan juga yang mempunyai patent beberapa teknologi mobile terkini. Paten 3G dan 4G, salah satunya milik Qualcomm. Bahkan di pasar LTE, Qualcomm di tahun 2015 menurut riset dari ABI Research, adalah penghasil chipset yang mempunyai pangsa pasar terbesar, sebanyak 65%. Luar biasa bukan? Ya iyalah. Jadi, kalau belum tahu, biar om kasih tau saja. Qualcomm bolehlah dikatakan rajanya otak smartphone, rajanya mobile tech.

Di tahun 2016 ini, Qualcomm mengenalkan chipset untuk pangsa pasar smartphone premium dengan label Snapdragon 820. Snapdragon seri 8, memang diposisikan untuk pasar premium. Teknologi terkini hasil riset Qualcomm banyak diimplementasikan di chipset premiumnya. Nah, di tahun 2015 kemarin, Qualcomm mengalami insiden dengan Snapdragon 810 nya. Setelah banyak kasus kinerja chipset dan mengakibatkan Samsung beralih ke chipset buatan sendiri, maka Qualcomm terlihat berbenah cukup masif dan keluarlah Snapdragon 820 ini. Snapdragon 820 ini, karena banyak kalangan menganggap bahwa perbaikan dari Snapdragon 810 cukup besar, sampai akhirnya Samsung kembali menggunakan chipset ini di keluaran produk premium terbarunya, Samsung Galaxy S7. Selain dipakai di sebagian produk Samsung Galaxy S7, Snapdragon 820 juga akan dipakai di produk premium besutan LG, yaitu LG G5.

Dari paparan tim Qualcomm di acara Qualcomm Snapdragon 820 Experience South East Asia Debut, tim Qualcomm banyak menginfokan bahwa Snapdragon 820 ini tidak hanya mengalami peningkatan di sisi CPU dan GPU, juga mengalami penambahan signifikan lainnya; Qualcomm menyematkan Hexagon 680DSP dan Spectra ISP, yang keduanya didisain untuk mengoptimalkan power management dan juga membuat tasking bisa dieksekusi dengan konsumsi energi yang rendah. Semuanya disinkronisasikan di sebuah scheduller bernama Symphony. Apa sih kerjanya Symphony? Kerjanya sih sebenarnya adalah memanajemeni semua proses tugas dan mengirimkan semua beban kerja ke core yang punya sistem pemrosesan paling cepat dan efisien. Intinya sih, scheduler ini jadi kayak polisi aja yang menjaga lalu lintas beban kerja, namun polisi yang canggih.

Snapdragon-820-Performance-1200x675

image from Forbes 

Nah, ketika pemrosesan tugas dan beban kerja telah efektif dan efisien, maka dibutuhkan juga koneksi ke jaringan internet yang nyaman, lancar, tak cegukan. Karena percuma juga pemrosesan tugas dan beban kerja sudah oke, tapi pas terkoneksi ke jaringan internet tersendat-sendat, ujungnya antrian tugas akan timbul juga. Nah, untuk mengatasi hal ini, Qualcomm di Snapdragon 820 mengintegrasikan Snapdragon X12 LTE yang mempunyai kemampuan koneksi up to 600 Mbps. Pun punya kemampuan untuk multi gigabit koneksi dengan standar 802.11ad WiFi. Ditanggung gak ada masalah deh. Nyaman. Demonya aja bikin decak kagum saya gak habis-habis. Intinya sih, kemampuan di Snapdragon X12 LTE ini mengoptimalkan kemampuan koneksi multi frekuensi yang sekarang banyak dipunyai oleh operator seluler.

Upgrade yang menurut saya cukup signfikan ini dikemas dalam sebuah produksi CPU bertajuk Kryo milik Qualcomm. Sebuah prosesor pertama yang custom 64 bit quad core yang diproses manufaktur secara advance 14nm FinFET LPP Process. Intinya sih, ini gak main-main lah perbaikannya dibandingkan dengan Snapdragon 810.

Di acara tersebut, ada beberapa demo yang menarik perhatian saya, salah satunya adalah demo implementasi Snapdragon 820 di Virtual Reality. Di demo tersebut, lag yang terjadi sangat rendah, kualitas pixel dan kuantitasnya patut dipujikan, motion trackingnya ciamik, Ujung-ujungnya apa? Gak ngerasain motion sickness. Selama ini, VR yang beredar di pasaran, banyak bikin motion sickness bagi penggunanya. Gak lucu kan, pengen keren-kerenan pakai VR tapi kelar pakai VR trus muntah. Yes, motion sickness yang terjadi bisa bikin muntah-muntah. Saya sih berpendapat bahwa dukungan Snapdragon 820 di teknologi VR semakin mengukuhkan tujuan Snapdragon 820 yang ingin menyajikan sebuah pengalaman terkoneksi secara mendalam dan intuitif. Pasti!

Hal lain yang menurut saya patut jadi perhatian adalah implementasi sisi security di Snapdragon 820 ini. Emang kenapa sih Cak? Wislah, pokoke ciamik. Jadi gini, di salah satu demo security-nya ada 2 hal. Pertama adalah mengenai Qualcomm Snapdragon Smart Protect dan yang kedua adalah Qualcomm Snadpragon Sense ID Fingerprint. Mari kita cek-cek yang pertama dulu. Jadi gini, di Smart Protect ini, Qualcomm mengimplementasikan sebuah fitur keamanan di level hardware. Ketika ada tindakan yang aneh-aneh di sisi smartphone, maka pengguna bisa melakukan penguncian dan smartphone tidak dapat dipakai sama sekali, bahkan proses rooting saja tidak bisa dilakukan. Ndak tembus. Warbiyasak! Yang kedua adalah Qualcomm Snapdragon Sense ID 3D Fingerprint. Kalau yang ini sih, Qualcomm mendemokan bahwa sensor yang terdapat di dalam teknologi ini dapat mendeteksi sidik jari yang bermasalah, seperti berkeringat, terkena lotion ataupun cairan lainnya.

qualcomm_snapdragon_820_smart_protect_infographic_website.jpg

 

Snapdragon Sense IC

P_20160331_103719.jpg

Beberapa demo lain cukup menarik. Di tulisan lain saya akan bagikan mengenai wawancara dengan salah satu petinggi Qualcomm. Untuk sekarang cukup ini dulu, takutnya kalau saya tulis lebih panjang, sayanya jadi pengen smartphone berprosesor Snapdragon 820. Ada yang mau menghibahkan ke saya? Ihik.

Qualcomm Snapdragon 820  - from http://androidcommunity.com/

Qualcomm Snapdragon 820 – from http://androidcommunity.com/

 

Bagi para pengguna smartphone yang masuk kategori bangkotan, pemerhati teknologi, dan early adopter, maka sudah terbiasa dengan kata Snapdragon. Yes, kalau mendengar kata Snadragon pasti asosiasi yang awal muncul adalah sebuah perusahaan teknologi bernama Qualcomm. Snapdragon adalah produk besutan Qualcomm. Pada awal tahun 2015, saya sempat mengulas sedikit mengenai Qualcomm; otaknya para ponsel cerdas. Merunut sejarah perusahaan; memang panjang dengan daftar paten, termasuk paten 4G. Namun di tahun 2015, sepertinya bukan tahun yang asyik bagi Qualcomm. Kehebohan yang diderita oleh Snapdragon 810; utamanya isu overheat, sampai membuat Samsung ogah untuk memakai Snapdragon 810 di Samsung Galaxy S6 -nya. Hal ini merupakan pukulan bagi Qualcomm, karena seperti yang diketahui khalayak ramai, bahwa Samsung adalah salah satu penghasil smartphone terbesar di dunia.

Namun, kenyataan pahit di tahun 2015 merupakan cambuk untuk menghasilkan hal yang spektakuler di tahun 2016 ini. Qualcomm di tahun 2016, meluncurkan Snapdragon 820. Dari pantauan di banyak blog, sosial media, youtube review, nampaknya sangat susah mendapatkan sebuah nada miring semiring topi miring, mengenai Snapdragon 820 ini. Mayoritas yang telah mencoba smartphone berotak Snapdragon 820 mengeluarkan nada pujian. Hal ini bikin saya makin penasaran sih.

Nah kebetulan sekali, beberapa waktu yang lalu, Qualcomm mengundang saya untuk dapat hadir di acara Snapdragon 820 South East Asia Debut Qualcomm Media Trip, yang berlangsung pada tanggal 30 Maret 2016 sampai 31 Maret 2016. Saya pribadi cukup bersemangat mendapatkan undangan ini. Selain bisa bertemu langsung dengan orang Qualcomm, juga mendapatkan kesempatan hands on langsung mengenai kehebatan Snapdragon 820 yang sudah banyak digadang-gadang oleh banyak media dan para blogger skala internasienel.

 

Snapdragon 820 South East Asia Debut

 

Jadi, saya mo tanya apa ya di acara tersebut? Jujur sih sudah ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, utamanya mengenai mimpi Qualcomm di konvergensi digital, IoT. Apakah ada ramuan khusus, punya hal tersendirikah atau mengikuti aja dengan perkembangan yang ada. Ataukah Qualcomm sudah ada ikatan khusus dengan perusahaan teknologi lain mengenai urusan IoT ini. Kayaknya hal itu perlu ditelisik lebih lanjut. Nah, kalau kalian ada pertanyaan silahkan loh, mungkin bisa saya tanyakan sekalian ke para pihak yang berkepentingan selama di acara tersebut. Langsung colek-colek saya di twitter yes…

 

 

Peluncuran produk Samsung segmen flagship selalu banyak menyita perhatian media. Maklum saja, sejak beberapa tahun terakhir, Samsung menjadi salah satu pabrikan smartphone yang cukup diperhitungkan dan menduduki 3 besar di dunia. Bahkan, dalam brand value, Samsung juta berada di 3 besar, mengekor kedudukan Aplle dan Google. Brand value Samsung menurut report yang dikeluarkan Brand Finance, sebuah perusahaan dari Inggris pada 14 Maret 2016, menyatakan bahwa Samsung mempunyai brand value senilai US$ 83.2 milliar. Ya kalau dikurs flat 10,000 rupiah per dollar sih jatuhnya nilai brandnya 830,2 trilyun rupiah. Banyak ya? Iya~

Perkara produk flagship alias papan atas, selalu jadi semacam perang imaji dan teknologi. Pasti di produk flagship para pabrikan berlomba untuk menyematkan teknologi dan fitur terbaru yang belum bersifat massal. Baik dari sisi desain, sistem operasi maupun dari sisi konten tambahan. Nah, bolehlah kita cek-cek ombak, apa saja sih fitur dan teknologi yang cukup maut disematkan di dalam produk Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE ini.

  1. Mendukung gaya hidup aktif.

Hmmm, apa neh law leh tw? Halah, bahasanya kok jadi kayak anak jaman sekarang. Oke, jadi gini, maksudnya dari mendukung gaya hidup aktif adalah Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE tahan air. Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE didisain tahan terhadap terpaan bahkan tercelup air. Terendam gimana? Jangan kuatir, tahan kok. Beberapa blogger mengeksplorasi kemampuan Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE dengan memvideokannya. Salah satunya bisa cek ke konten ini.

 

  1. Kembalinya slot memory card.

Ya, di edisi Samsung Galaxy S6, Samsung menghilangkan kemampuan untuk menambahkan memory card tambahan ke dalam smartphone. Sebuah hal yang bikin banyak orang mengeluh. Nah, di edisi Samsung Galaxy S7, kemampuan untuk menampung memory card dimunculkan kembali dan ditambahkan kemampuan sampai bisa menangani memory card 200GB. Warbiyasak!

 

  1. Baterai yang warbiyasak.

Nah, perkara baterai adalah permasalahan yang dihadapi banyak para pemakai smartphone di kota-kota besar. Maklum, dengan gaya hidup yang serba mobile, semua-semua diakses merlalui smartphone, maka dibutuhkan sebuah smartphone yang punya kemampuan baterai yang sangat prima. Memang sih, banyak yang menenteng batt box sebagai asesoris tambahan, namun dengan peningkatan batt di smartphone sendiri adalah sebuah hal yang sanagat dihargai para konsumen smartphone. Ini semakin jadi pemanis yang diliat banyak pengguna smartphone. Di Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 EDGE ini, data tahan battnya diklaim naik 10% dibandingkan Samsung Galaxy S6. Meskipun cuman naik 10% namun imbasnya ke performa cukup terasa, karena secara operating system sendiripun sangat mengalami pembenahan yang berarti, plus penggunaan fitur lain yang hanya mengambil konsumsi baterai yang rendah, ujungnya ya tetap membikin Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 irit. Mari kita longok deh kemampuan baterai Samsung S7 EDGE yang diukur oleh GSM Arena.

gsmarena_001

GSM Arena Battery Test   –   from GSM Arena.

Oh iya, sekedar info, Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 EDGE memiliki dua varian, yang beda di unit prosesornya; ada yang disematkan dengan Snapdragon 820 dan ada yang disematkan dengan Exynos E8890.

 

  1. TouchWiz yang mejik.

TouchWiz adalah teknologi sentuh UI/UX yang dikembangkan oleh Samsung. Nah, di edisi Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 EDGE, banyak ulasan yang mengemukakan hal yang sama; TouchWiz yang sekarang lebih berestetika. Salah satu hal yang diulas adalah pergantian warna di area notifikasi yang berganti warna ke putih dengan latar belakang yang sedikit menonjol. Lebih terlihat bersih dan nyaman di mata dibandingkan dengan warna sebelumnya yang biru muda. Pun, masih ada beberapa pengembangan yang cukup besar di sisi TouchWiz ini.

Jadi, apakah saya ingin memakai Samsung Galaxy S7 atau Samsung Galaxy S7 EDGE tersebut? Jawabannya sih tergantung, tergantung di mana saya bisa mendapatkan Samsung Galaxy S7 dengan asyik. Nah, kayaknya sih salah satu cara untuk mendapatkan Samsung Galaxy S7 dan S7 EDGE dengan asyik ya ikuti aja salah satu lomba Samsung Galaxy S7 blog competition. Silahkan dipublish secepatnya ya gaes, soalnya sebentar lagi bakalan berakhir. Tapi saya sih yakin, meskipun tinggal beberapa hari lagi, masih ada kesempatan untuk bikin blog bagus mengenai Samsung Galaxy S7. Untuk lebih jelasnya cek di tautan berikut http://goo.gl/z5xMdV

Saya sih, kayaknya ikutan juga.. Ihik 😀

Samsung Galaxy Gift Indonesia

Samsung Galaxy Gift Indonesia

Hadiah, adalah sebuah kata yang dapat membuat banyak manusia untuk tergerak lebih jauh untuk mengetahuinya. Iya, kata hadiah adalah sebuah kata magis yang dilekatkan di banyak hal. Siapapun, yang diberikan hadiah, dijamin mempunyai perasaan senang, bahagia. Jarang sekali orang diberikan sebuah hadiah lantas merasa keberatan, sedih, kecuali hadiahnya mempunyai maksud lain, yang mungkin ujung ujungnya penerima hadiah malah kerepotan di kemudian hari. Secara umum, hadiah adalah sebuah hal yang membuat banyak manusia ketika mendapatkannya pasti ujung perasaan yang didapat adalah sukacita .

Karena konsep hadiah inilah, banyak para merek yang berusaha memberikan hadiah kepada para konsumennya, untuk berusaha membuat konsumennya bahagia. Jika konsumen bahagia, maka diharapkan konsumen loyal terhadap brand/merek tersebut. Tak terkecuali Samsung. Samsung, bahkan bersedia meluangkan energi untuk membuat sebuah aplikasi yang tujuannya adalah memberikan nilai lebih kepada konsumennya ketika membeli produk Samsung Galaxy. Jadi preposisinya, sesuai penangkapan saya adalah, bahwa membeli produk Samsung Galaxy gak akan rugi deh, banyak plusnya, banyak asyiknya, banyak hadiahnya. Dan hadiah ini nyata, bisa diambil sewaktu waktu kapanpun dalam periode tertentu yang telah ditetapkan. Untuk menjembatani orang yang berhak menerima hadiah dengan hadiah apa saja yang ditawarkan, maka muncullah aplikasi Samsung Galaxy Gift.

Persinggungan saya pribadi dengan aplikasi Samsung Gift, sebenarnya telah lama sekali. Sewaktu tahun 2014 pertengahan, saya membeli sebuah tablet Samsung Galaxy Tab S,  diinfokan bahwa para pembeli Samsung Galaxy dapat menginstall aplikasi ini untuk menerima beberapa bentuk hadiah. Maka saya coba-coba menginstall aplikasi ini tanpa berpikir jauh lagi. Pertama kali mengakses, pada waktu itu, merchant yang ikut dalam program Samsung Galaxy Gift tidak terlalu banyak, namun cukup mendebarkan. Setiap hari ada aja yang baru, dan setiap hari kudu cepat cepat menukarkan kupon elektronik yang muncul di aplikasi agar gak terdahului oleh pengguna yang lain. Voucher/kupon promo yang disediakan memang terbatas untuk masing masing merchant. Dan punya masa waktu yang tertentu juga.

Beragam Hadiah Untuk Pelanggan Samsung Galaxy

Beragam Hadiah Untuk Pelanggan Samsung Galaxy

Masa saya menikmati aplikasi Samsung Gift tersebut tidak lama. Karena memang periodenya hanya beberapa bulan. Namun selama menikmati masa  promo tersebut, saya menikmati promo beberapa merchant,  saya merasa bahwa Samsung memberikan nilai lebih. Tak cuman sekedar menjual alat canggih bernama tablet. Tak hanya memikirkan mengenai teknologi, tapi juga memikirkan mengenai nilai tambah untuk menikmat produk teknologi yang dihasilkan oleh Samsung.

Yang paling saya ingat adalah ketika meredeem sebuah kupon untuk menikmati secangkir kopi di Anomali Coffee. Saya melakukan redeem di sebuah coffee shop di bilangan Senopati. Reedemnya juga cukup gampang, tinggal tunjukkan aplikasinya, trus melakukan semacam unlock redeem tersebut, yang dilakukan oleh kasir coffee shop tersebut. Trus saya dapatkan hadiahnya secara langsung. Sebuah minuman dan makanan yang kebetulan saya cukup menikmatinya. Terus terang saya jarang sekali diberikan sebuah hadiah yang mempunyai nilai ‘gaya hidup’. Jadi rasanya senang juga melakukannya. Efeknya adalah, setiap saat selama periode Samsung Galaxy Gift saya dalam keadaan bisa dipakai, saya berusaha untuk memanfaatkan semaksimal mungkin.

Itu sekilas kisah saya pribadi. Beberapa waktu yang lalu saya sempat melihat kembali mengenai Samsung Galaxy Gift ini, dan menemukan bahwa tipe smartphone besutan Samsung yang didukung juga semakin banyak. Jadi tertarik kembali untuk mencoba membeli dan menggunakan smartphone besutan Samsung.

Kalau kalian baru-baru ini membeli produk Samsung coba cek aja, apakah produk smartphone Samsung yang kalia beli dapat menggunakan aplikasi ini. Kalau memang didukung, langsung install aja tanpa pikir panjang lagi. Untuk cek, bisa liat ke toko aplikasi Google, klik aja di sini.

Oh iya, sekedar info, kalau memang punya pengalaman sebagai the luckiest person in the galaxy, pengalaman menarik seputar Samsung Galaxy Gift atau memang ingin mencoba dan punya pemikiran mengenai Samsung Galaxy Gift, sedang ada kontes bloggingnya loh. Coba cek ke sini deh. Siapa tahu menang dan mendapatkan Samsung Galaxy A8!

Kontes Blog Samsung Galaxy Gift

Kontes Blog Samsung Galaxy Gift

 

Samsung GALAXY Note 5 - Blog Competition

Samsung GALAXY Note 5 – Blog Competition

Sudah lebih dari beberapa tahun terakhir, Samsung pabrikan asal Korea, menjadi pemimpin pasar smartphone dunia. Dan secara rutin, Samsung merilis produk barunya terutama produk kelas premiumnya setiap tahun. Salah satu varian produk yang termasuk segmen Premium adalah Samsung GALAXY Note 5. Sejak kemunculannya pada tahun 2011, Samsung GALAXY Note mempunyai pangsa pasar tersendiri, yaitu pangsa pasar yang menginginkan sebuah alat komunikasi sekaligus alat untuk menunjang produktivitas. Oleh karena itu, di Samsung GALAXY Note terdapat stylus ala Samsung yang bernama S Pen, yang memang ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas.

Nah, beberapa pekan yang lalu, Samsung merilis seri GALAXY Note terbaru dengan nama Samsung GALAXY Note 5. Jika membaca dan mengamati rilis serta streaming video peluncurannya, maka peningkatan kemampuannya cukup signifikan. Beberapa hal yang jadi perhatian adalah peningkatan kemampuan S Pen yang diklaim sebagai alat yang mempunyai experience layaknya pen yang sebenarnya di kehidupan nyata. Nampaknya bakalan susah membedakan S Pen yang digital dengan pena tradisional. Namun, bagi saya sih, peningkatan yang patut dipujikan adalah penyempurnaan di sisi battery. Dengan fitur fast charging, maka peningkatan kemampuan pengisian cepat adalah 33% lebih cepat dalam pengisian batt dibandingkan dengan seri sebelumnya. 33% itu sangat berarti bagi para manusia produktif yang memang sangat teliti dan ketat dalam manajemen waktu.

Samsung GALAXY Note 5 Features

Samsung GALAXY Note 5 Features

Untuk lebih asyiknya, bisa cek streaming berikut yang menampilkan pemaparan kemampuan produk Samsung GALAXY, dan salah satu variannya adalah Samsung GALAXY Note 5.

Nah, untuk memeriahkan rilis secara resmi di Indonesia, Samsung mengajak para penikmat internet untuk mengikuti kompetisi blogging Samsung GALAXY Note 5 Blog Competition. Silahkan cek mengenai hal ini di tautan berikut http://goo.gl/Ck3nX1 dan nampaknya saya pribadi tertarik juga untuk mengikutinya.

Baidewei, untuk preorder Samsung GALAXY Note 5 waktunya pendek loh, coba cek ke sini aja kalau emang sudah ingin cobain devicenya  http://goo.gl/9L01e3 dan saya pribadi gak nolak loh kalau kalian ada yang berbaik hati mengirim satu unit devicenya ke kantor saya. 🙂

Image Courtesy of Opera Software Inc.

Image Courtesy of Opera Software Inc.

Persinggungan saya dengan opera sotfware, pertama kalinya ketika menggunakan feature phone 15 tahun yang lalu. Menggunakan browser di feature phone di kala itu sudah sangat terlihat geek. Cukuplah jadi obat ganteng masa itu, dan obat pelipur lara ketika sedang bengong nunggu sesorang.

Sejak berjalannya waktu, saya lebih banyak menggunakan browser (peramban) bawaan dari smartphone. Kalau di platform Android sih pasti yang lebih banyak dipakai adalah peramban (browser) Chrome. Kalau di iOS, maka browser standarnya adalah Safari.

Sebuah keisengan tersendiri karena ingin mengetahui pasar browser terkini, membawa pengembaraan kepada laman statcounter. Dari info yang diagregasi oleh statcounter, menggambarkan pasar browser (peramban) di ranah mobile nampaknya cukup menarik. Ada beberapa pemain baru namun tetep ada yang bertahan, seperti Opera Software. Opera software, setelah saya telisik lebih jauh, mempunyai dua produk browser di platform Android, yaitu Opera for Android dan Opera Mini. Saya pribadi sempat bingung karena smartphone saya mendeteksi kedua aplikasi tersebut kompatibel untuk diinstall. Karena bingung, ya saya install sajalah semuanya.

Mobile Browser marketshare Jan -  Mei 2015

Mobile Browser marketshare Jan – Mei 2015

Setelah ditelisik lebih lanjut, maka saya tahu perbedaanya, dan dapat disimpulkan bahwa opera mini lebih cocok untuk smartphone karena tampilan lebih optimal, sesuai dengan tampilan layar smartphone. Kompresi data di Opera Mini juga lebih maksimal, hal ini sangat cocok bagi para pengguna selular yang menggunakan paket data ekonomis pun sangat cocok bagi para pengguna selular di area remote yang terkendala dengan jaringan.

Saat ini, melakukan aktivitas pencarian dan browsing di smartphone tetaplah menjadi aktivitas yang signifikan. Meskipun di tengah gempuran aplikasi lain yang dapat mempermudah kegiatan manusia, namun aktivitas browsing tetaplah hal yang paling sering dilakukan oleh para pengguna smartphone. Tentunya, dengan berjalannya waktu, aktivitas browsing masa kini sangatlah berbeda sekali dengan gaya dan aktivitas browsing masa lalu. Saat ini, kecepatan sebuah browser jadi patokan utama, kecepatan dalam hal menampilkan informasi maupun navigasi di dalam browser yang lebih asyik sehingga pengguna dapat memutuskan langkah selanjutnya dengan lebih cepat. Nah, kalau ditelisik, Opera Mini sekarang ini mempunya tampilan yang asyik yang sesuai dengan hal hal yang saya sebutkan tersebut. Selain tentunya fitur lain yang membuat Opera Mini semakin nyaman digunakan dalam segala situasi.

Penggunaan tampilan ala speed dial di opera mini, sangat memudahkan pengguna smartphone. Kita bisa mengkustomisasi situs yang sering kita akses dan ditempatkan di halaman depan. Speed dial ala Opera ini membuat situs jelas terlihat dan menghilangkan banyak langkah ketika kita melakukannya dalam cara lama yaitu; ketik dulu nama situs dan kemudian klik go, atau cari dulu di tab favorit dan klik go.

Fitur Speed Dial Opera Mini

Fitur Speed Dial Opera Mini

Fitur lain yang menurut saya jadi andalan adalah Night Mode. Nah, untuk hal ini, nampaknya sejalan dengan banyaknya pergeseran cara orang berinternet, terutama dalam hal browsing. Nampaknya, internet telah membuat banyak orang menjadi sering surfing di malam hari. Nah, dengan fitur Night Mode, maka melakukan aktivitas surfing menjadi lebih nyaman. Seluruh tampilan di browser di optimalkan agar mata manusia semakin nyaman ketika browsing, tingkat terang cahaya disesuaikan secara otomatis oleh Opera Mini. Di dalam Night Mode sendiri ada fitur tambahan untuk mengurangi ketegangan mata. Kita dapat menyesuaikan standar warna yang muncul ketika sedang menggunakan opera, dari biru-violet menjadi merah-oranye. Disinyalir dengan menggunakan hal ini, mata tidak akan gampang lelah.

Fitur Night Mode Opera Mini

Fitur Night Mode Opera Mini

Fitur Reduce Eye Strain Opera Mini - Untuk Mengurangi Ketegangan Mata

Fitur Reduce Eye Strain Opera Mini – Untuk Mengurangi Ketegangan Mata

Seperti yang telah diinfokan di awal blogpost ini, bahwa keunggulan Opera Mini yang utama adalah kemampuan browser untuk melakukan kompresi data, sehingga data yang dikonsumsi untuk aktivitas browsing cukup rendah. Nah, pengguna, dapat memantau penghematan tersebut dalam sebuah info yang asyik. Bahkan, setiap waktu kita dapat mengetahui tingkat penghematan datanya. Selain itu kita bisa mengeset resolusi foto yang akan ditampilkan ketika browsing, karena foto yang beresolusi cukup tinggi pastilah mengkonsumsi data yang lebih besar ketika akan ditampilkan di browser.

Kompresi dan Konsumsi Data Opera Mini

Kompresi dan Konsumsi Data Opera Mini

Mengurangi Resolusi Foto Opera Mini

Mengurangi Resolusi Foto Opera Mini

Hal lain yang membuat Opera Mini cukup asyik digunakan adalah fitur Discovernya. Fitur ini, adalah semacam agregator info dan berita yang dapat disesuaikan dengan Negara yang ingin kita ‘kepoin’. Dengan menggunakan fitur ini, ndak perlu kuatir akan ketinggalan berita. Opera Mini telah mengagregasi atau menyortir berita berita terkini yang sedang hits. Hal ini menurut saya adalah sebuah langkah pintar, di tengah gempuran aplikasi berita yang masing masing diluncurkan oleh banyak media. Daripada install sendiri sendiri, ya udahlah ya, dengan memakai Opera Mini, kelar semua kekusutan untuk menginstall banyak aplikasi media online.

Fiture Discover Opera Mini

Fiture Discover Opera Mini

Tampilan Fitur Discover Opera Mini

Eh baidewei, saya juga baru sadar, bahwa Opera Mini telah terkoneksi dengan operator telekomunikasi. Kebetulan saya menggunakan Telkomsel, dan di Opera Mini ada tautan khusus yang bisa mengecek penggunaan data, sisa kuota dan profil pengguna Telkomsel. Pun ada promo yang nampaknya mempunyai sasaran para anak muda, karena promonya cukup menarik dan beberapa berhadiah. Mungkin kalau ada paket Opera Mini yang berhadiah liburan ke Norway untuk melihat Aurora Borealis pastilah saya mau beli. Eh